Mengubah pernyataan menjadi pertanyaan

Semua Dipertanyakan


Dalam Panduan ini, kita akan mempelajari dasar-dasar cara membuat pertanyaan dalam bahasa Jepang dan mengenal partikel pertanyaan か.

Mengajukan pertanyaan dalam bahasa Jepang cukup sederhana. Susunan kalimatnya tidak perlu diubah. Dalam kalimat sopan, kita cukup menambahkan か di akhir kalimat untuk mengubah pernyataan menjadi pertanyaan. Dalam bahasa Indonesia, kita juga dapat menggunakan susunan kalimat yang sama dan mengandalkan intonasi, atau menambahkan kata seperti 'apakah' untuk menandai pertanyaan.

Tambahan kecil ini sudah cukup untuk mengubah pernyataan yang sudah kita kenal menjadi pertanyaan. Di akhir Panduan ini, kita akan dapat mengajukan pertanyaan dasar dalam bahasa Jepang.

Tata Bahasa dalam Panduan Ini

Mulai Belajar

    Partikel penanda pertanyaan

    adalah partikel yang sering muncul di akhir kalimat dalam bahasa Jepang, dan fungsinya mirip dengan tanda tanya dalam bahasa Indonesia. (Meskipun umumnya ada di akhir kalimat, partikel ini juga bisa muncul di tengah kalimat). Selain dipakai untuk membuat pertanyaan, juga bisa dipakai untuk menyatakan keraguan atau ketidakpastian, jadi tidak selalu harus dalam bentuk pertanyaan langsung.

    biasanya muncul setelah bentuk kata yang sopan, seperti ~です, ~ます. Namun, dalam percakapan santai (tidak formal), juga bisa langsung dipakai setelah kata atau gabungan kata (frasa) yang ingin dipertanyakan pembicara.

    Keduanya sama-sama benar secara tata bahasa, namun kalimat tanpa です bisa terdengar terlalu akrab atau langsung, sehingga mungkin dianggap agak kasar oleh sebagian orang, terutama kalau dipakai dengan orang yang tidak dekat.

Detail


Sekarang kita sudah mengenal か, mari kita lihat bagaimana cara mengajukan pertanyaan dalam kalimat sopan dan kalimat kasual.

Kalau Boleh Bertanya

Seperti yang baru saja kita pelajari, dalam bahasa sopan, yaitu kalimat yang berakhir dengan です, kita cukup menambahkan か. Kamu mungkin terkejut melihat bahwa pertanyaan dalam bahasa Jepang sering kali tidak menggunakan tanda tanya. Karena か sudah menandai secara tata bahasa bahwa kalimat tersebut merupakan pertanyaan, tanda titik bahasa Jepang (。) sering digunakan sebagai gantinya.

Kalau Cuma Mau Bertanya

Dalam bahasa kasual, か biasanya tidak digunakan sama sekali. Bahkan, だ juga biasanya dihilangkan karena dapat terdengar terlalu tegas atau bahkan terkesan agresif.

Sebagai gantinya, kita dapat mengandalkan intonasi. Nada suara akan naik seperti saat mengajukan pertanyaan dalam bahasa Indonesia. Dalam tulisan, tanda tanya dapat digunakan untuk menunjukkan hal ini.

Foto Keluarga


    --:--

    (おんな)():「これ家族(かぞく)ですか?これはお(かあ)さん?お(ねえ)さん?」

    友達(ともだち):「うん!それは(わたし)のお(かあ)さん。これはお(ねえ)さんです。」

    (おんな)():「綺麗(きれい)なお(かあ)さん!これはお(にい)さんですか?」

    友達(ともだち):「これは(おとうと)。あれはお(にい)さん。」

    (おんな)():「可愛(かわい)(おとうと)!これは...?」」

    友達(ともだち)「これは、(あたら)しい家族(かぞく)のゾンビです!!!」

    (おんな)():「ゾンビ!?」