Panduan N5
P6: Getting Past It
Deepen our understanding of tense and time in Japanese
Getting Past It
In this Topic, we're going to learn more about Japanese tenses. Specifically, we're going to learn how, in reality, Japanese only has a past and non-past tense. One form is all we need for multiple different meanings!
Tata Bahasa dalam Panduan Ini
Kata Kerja (Non-lampau)
(Non-lampau)
Dalam bahasa Jepang, bentuk kata kerja (non-lampau) sama persis dengan bentuk kamus atau bentuk kasual (tidak formal). Istilah 'non-lampau' dipakai untuk menyebut bentuk kata kerja yang mencakup baik waktu sekarang maupun masa depan — tergantung konteks kalimatnya. Tidak seperti dalam bahasa Indonesia, bentuk ini bisa dipakai dalam berbagai situasi tanpa harus diubah bentuknya. Meskipun dalam bahasa Indonesia kita biasanya harus membedakan antara 'pergi', 'akan pergi', atau 'sedang pergi', dalam bahasa Jepang semuanya bisa hanya dengan satu bentuk dasar saja.
Dalam contoh-contoh ini, kita bisa melihat bagaimana satu bentuk kata kerja (non-lampau) dalam bahasa Jepang bisa mencakup tiga bentuk kata kerja yang berbeda dalam bahasa Indonesia. Yaitu, bentuk kebiasaan atau umum (seperti 'melihat', 'mendengar', 'pergi'), bentuk sekarang (seperti 'sedang melihat', 'sedang mendengar', 'sedang pergi'), dan bentuk akan (seperti 'akan melihat', 'akan mendengar', 'akan pergi').
Karena satu bentuk ini mencakup beberapa nuansa makna yang berbeda, penting untuk menggunakan ekspresi waktu dalam kalimat agar makna kalimat menjadi lebih jelas.
Jika dalam kalimat tidak ada kata yang menunjukkan waktu, maka kalimat tersebut biasanya menyatakan fakta umum, sesuatu yang berlaku kapan saja.
Dari semua contoh ini, kita bisa memahami bahwa bentuk kata kerja (non-lampau) umumnya dipakai untuk menyampaikan tiga hal utama, yaitu fakta umum, kebiasaan, atau peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
Perhatian
Dalam buku atau literatur, bentuk kata kerja (non-lampau) sering dipakai untuk menggambarkan peristiwa yang sedang berlangsung 'saat ini', meskipun tidak ada kata penanda waktu. Dalam kasus seperti ini, biasanya sudah jelas dari konteks bahwa kejadian tersebut sedang berlangsung pada saat itu juga.
ていた
Sedang melakukan ~
Untuk menyampaikan bahwa '(A) sedang terjadi' atau seseorang 'sedang melakukan (A)' pada waktu tertentu di masa lampau, bahasa Jepang menggunakan ていた (atau ていました). Bentuk ini berasal dari partikel penghubung て yang diikuti kata kerja いる dalam bentuk lampau いた.
Karena ていた adalah bentuk lampau dari ている, bentuk ini dapat menghadirkan beberapa nuansa umum, seperti:
- tindakan yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa lampau
- tindakan yang sudah terjadi tetapi efeknya masih terasa
- kebiasaan atau sesuatu yang sering terjadi pada periode tertentu di masa lampau
Terkadang ていた digunakan ketika pembicara tidak yakin apakah suatu tindakan sudah selesai atau masih berlangsung, misalnya ketika memberi informasi atau menyampaikan sesuatu dengan nada lembut dan sopan. Nuansanya mirip dengan pola bahasa Inggris "was doing (A)", yaitu tindakan yang 'sedang berlangsung' pada waktu tertentu di masa lalu.
Dalam contoh ini, tindakan 'duduk' mungkin belum benar-benar selesai. Pembicara seolah menyampaikan bahwa ayah tadi duduk di sana, dan kemungkinan besar masih duduk, hanya saja ia pergi sebentar untuk mengambil minuman. Kalimat seperti ini juga bisa digunakan ketika pembicara tidak benar-benar tahu apakah ayahnya masih di kursi tersebut saat ia bicara.
Detail
The idea of tense and time can sometimes get a little confusing, so let's clear up some of the details.
That Aspect of It Is a Little Tense
As we've just learned, with just one form we can talk about everything in the 'non-past' (future and present). We also already know how to talk about things in the past. Those are the only two Japanese 'tenses'. Easy!
But we've also learned about ている being used to talk about something which is ongoing. Isn't this also a 'tense'?
Actually, this is something called ‘aspect’, not tense. Tense tells us when something happened (past or non-past), while aspect tells us how the action is going (Is it finished? Is it ongoing? Is it a result?).
In technical terms, ている tells us that something is in the 'progressive aspect'. In regular terms, it just tells us that the action is 'alive' and ongoing.
As Japanese has just two tenses, we can simply apply the specific aspect (ongoing or not) to the tense (time). We can do this using ている and ていた (ています and ていました in polite language).
If all of this sounds a little complicated, don't worry! The main thing to remember here is that Japanese doesn't really map perfectly to the English idea of time and tense, despite having some basic similarities.
Dad's Diary
--:--
僕の嫁は、僕と子供に毎朝朝ごはんを作ります。
彼女はサラダとスープとパンを作ります。
子供は毎週土曜日におばあちゃんの家に行きます。
庭に私と嫁の椅子があります。土曜日の朝は妻と二人で、その椅子に座って朝ごはんを食べます。
妻は、鳥に「おはよう。元気?」と言います。
僕はその時間が好きです。
妻と子供は、時々ヴァンパイアの映画を見て泣いています。
二人は、「怖い!」と言って見るのをやめますが、僕はそれを見て楽しんでいます。
子供は僕を見て面白いと言います。
楽しい幸せな毎日です。