Panduan N5
P6: の, Don't!
Learn more about particles and how to tell them apart
の, Don't!
In this Topic, we're going to learn how to strongly forbid people from doing things using な, and we'll also learn how to shorten our sentences which use the possessive の.
Although these two grammar points seem unrelated, we will look at something they have in common. Both are easily confused with other grammar points that look almost identical.
Tata Bahasa dalam Panduan Ini
の
Kepemilikan (Penghilangan kata benda)
Dalam bahasa Jepang, cukup umum untuk menyebut kembali suatu benda yang telah disebutkan sebelumnya tanpa perlu mengulanginya. Hal ini dilakukan dengan menggunakan partikel の, mirip dengan cara kerjanya sebagai penanda kepemilikan. Bedanya, dalam pola ini, kata benda setelah の biasanya dihilangkan, karena sudah jelas dari konteks atau sudah pernah disebut sebelumnya.
Dalam bahasa Indonesia, kita juga sering melakukan hal serupa. Misalnya, daripada mengulang kata bendanya, kita cukup mengatakan 'punya/milik saya' atau bahkan hanya 'itu punyaku/milikku', jika lawan bicara sudah tahu apa yang dimaksud. Nah, partikel の juga berfungsi dengan cara seperti ini.
Dalam contoh-contoh ini, sebenarnya secara tata bahasa tidak salah jika kita tetap menambahkan kata benda yang sama setelah の. Namun, seperti yang bisa kamu lihat dari terjemahan bahasa Indonesianya, hal ini justru membuat kalimat jadi terdengar bertele-tele atau tidak alami. Kebiasaan seperti ini dikenal sebagai 'penumpukan kata' atau 'pengulangan kata yang berlebihan' (重ね言葉) dalam bahasa Jepang, dan dianggap sebagai gaya berbicara atau menulis yang kurang baik. Meskipun begitu, penting untuk diingat bahwa partikel の yang dipakai di sini sebenarnya sama persis dengan の kepemilikan biasa, hanya saja kata benda setelahnya sengaja dihilangkan karena sudah jelas dari konteks.
Dalam kalimat berikut, kita dapat melihat penggunaan の yang cukup umum lainnya, yaitu untuk menunjuk benda yang tidak spesifik secara langsung. Dalam bahasa Indonesia, hal seperti ini kadang kita sampaikan dengan frasa seperti 'yang merah itu' atau 'yang kecil'. Penggunaan seperti ini muncul saat kita menyebut sesuatu yang tidak perlu dijelaskan ulang karena sudah jelas jenis atau kategorinya dari konteks.
Dari sini, kita bisa melihat dengan jelas bahwa pengulangan kata benda sebenarnya tidak diperlukan. Dalam banyak situasi, bahasa Jepang memang cenderung menghindari pengulangan kata yang tidak perlu.
Perhatian
Jangan sampai tertukar antara の - Menyatakan kepemilikan dan の - Nominalisasi. Keduanya memang menggunakan partikel の, tapi fungsinya berbeda. Yang satu untuk menyatakan kepemilikan, sementara yang satu lagi dipakai untuk mengubah kata kerja atau frasa menjadi kata benda.
な
Jangan (Larangan)
な adalah partikel akhir kalimat dalam bahasa Jepang. Ketika dipakai bersama bentuk dasar (bentuk kamus) kata kerja, な dipakai untuk melarang seseorang dengan nada yang kuat agar tidak melakukan sesuatu.
Karena nadanya cukup keras, な biasanya dipakai oleh orang yang berada di posisi lebih tinggi, atau dalam situasi yang mendesak dan penuh emosi. Contohnya bisa terdengar dalam perintah militer, film aksi, atau saat orang tua menegur anaknya.
- 例: 行くな! (Jangan pergi!)
- 例: 食べるな! (Jangan makan!)
Perhatian
Jika な muncul setelah dasar kata kerja, artinya bisa sangat berbeda dari contoh sebelumnya. Dalam kasus ini, な justru dipakai untuk meminta seseorang melakukan sesuatu, walaupun tetap dengan nada santai.
Penting untuk diketahui bahwa な di sini sebenarnya adalah bentuk pendek dari なさい, struktur gramatikal sopan yang akan kamu pelajari nanti di N4. Jadi, ini bukan partikel larangan な yang sedang dibahas, melainkan bagian dari ekspresi ajakan atau perintah lembut.
疲れているでしょう?何か食べな!Kamu cape, kan? Ayo, makan sesuatu! (Ini bukan larangan, tapi justru bentuk ajakan untuk makan)
Detail
As we already know, の has a lot of different uses, so it could be easy to confuse what it is doing in a sentence. Similarly, な has two different uses when it comes at the end of a sentence, which can also be tricky without context.
No, No, No, No!
When a word has multiple meanings, normally we can tell from the context what is intended. But even without context, the grammar gives us a hint.
With の, the meanings will be clear from what comes before it. For example, let's look at how の can be used with nouns.
We can see clearly that the possessive meaning and the contextual/explanatory meaning are different due to な being added or not.
With verbs, it is even easier. The possessive の is a case-marking particle. As we've already learned, this means that it must follow a noun, so it will never come after a verb or い-Adjective. So all uses of の after verbs or い-Adjectives are the contextual/explanatory の, the nominalizing の, or the pronoun-like の.
Na, Na, Na, Na!
As we have learned, besides the meaning of strongly telling some to not do something, な can be used as a sentence-ending particle to show emotion, self-confirmation, or agreement. This can be a common point of confusion when there is little to no context.
One rule we can remember is that the strong prohibition meaning will always follow verbs in their dictionary form. If you see な following any other type of word at the end of a sentence, then it will be the emotion/agreement sentence-ending particle.
Even with verbs, context and common sense will make the meaning clear in almost all cases. Besides this, when spoken, the tone is different.
Time to Tidy
--:--
えみ:「これは誰のスカーフ?可愛い!」
さち:「私のよ。それはベッドの下の引き出しだよ。」
えみ:「はーい!これは?紙?」
さち:「お母さんの手紙だよ!それはテーブルの上。」
えみ:「このきれいな時計はお兄ちゃんの?」
さち:「そう!タケルの!お兄ちゃんの大事な時計だよ。なんでそこにあるんだ?えみ、戸を開けたの?」
えみ:「うん!」
さち:「戸に触るなって言ったよね?」
えみ:「知らなーい!」
さち:「触るな!」
えみ:「お姉ちゃん嫌い!」
さち:「私の部屋に入るなー!」