Panduan N5
P7: Still? Enough Already!
Learn how to say 'already' and 'still' in Japanese
Still? Enough Already!
In this Topic, we're going to learn how to say that something 'already is' and 'still is'. To do this, we will use the adverbs もう and まだ. For this pair of words, special attention needs to be paid to how tense and ている interact with them to create natural sentences.
Tata Bahasa dalam Panduan Ini
もう
Sudah, Tidak lagi
Dalam bahasa Indonesia, もう sering diterjemahkan sebagai 'sudah' atau 'tidak lagi', tergantung jenis kalimatnya. Kalau dipakai dalam kalimat positif (terutama bentuk lampau), artinya biasanya 'sudah', dan menunjukkan bahwa sesuatu selesai lebih cepat dari perkiraan. Tapi kalau dipakai dalam kalimat negatif, もう bisa berarti 'lagi' atau 'tidak lagi', karena menunjukkan bahwa sesuatu yang dulu biasanya terjadi, sekarang sudah tidak lagi.
Meskipun terjemahannya berbeda, bahasa Jepang hanya memakai satu kata, yaitu もう saja, karena kata ini pada dasarnya menyampaikan bahwa 'sesuatu selesai lebih awal dari yang diduga'.
Dari contoh-contoh kalimat ini, kita bisa lihat bahwa もう bisa diterjemahkan sebagai berikut, tergantung konteksnya:
(Masa lampau) – Saat sesuatu sebenarnya belum diharapkan selesai, tapi ternyata sudah selesai. Dalam bahasa Indonesia, ini diterjemahkan sebagai 'sudah'.
(Negatif) - Di harapkan masih berlangsung, tapi ternyata sudah selesai. Dalam bahasa Indonesia, ini diterjemahkan sebagai 'lagi', seperti 'tidak makan lagi'
Ini merupakan kebalikan dari まだ, yang dipakai saat sesuatu masih terus berlangsung.
もう juga bisa dipakai dalam bentuk pertanyaan, biasanya ketika si pembicara merasa bahwa sesuatu 'mungkin' sudah selesai, tapi ingin memastikan lagi.
Fakta Menarik
もう juga sering dipakai sebagai ekspresi rasa kesal atau frustrasi, terutama saat seseorang sudah malas berdebat atau ingin berhenti membahas sesuatu.
まだ
Masih, Belum
Dalam bahasa Indonesia, まだ biasanya diterjemahkan sebagai 'masih' (kalimat positif non-lampau), atau 'belum' (kalimat negatif). Bahasa Jepang hanya memerlukan satu kata untuk kedua nuansa ini karena makna dikendalikan oleh bentuk waktu pada kata kerja, sementara まだ hanya menyoroti keadaan yang masih berlangsung.
Dari penggunaan ini, kita dapat melihat terjemahannya sebagai 'masih'. Namun, mari kita lihat semua kemungkinan penggunaannya di bawah ini.
(Non-lampau) — Keadaan (A) belum dimulai, tetapi diharapkan akan terjadi. Dalam bahasa Indonesia, ini diterjemahkan sebagai 'masih'.
(ている) — Keadaan (A) terus berlangsung. Dalam bahasa Indonesia, ini diterjemahkan sebagai 'masih'.
(ていない) — Keadaan (A) terus tidak terjadi. Dalam bahasa Indonesia, ini diterjemahkan sebagai 'belum'.
Bentuk negatif dari pola ini akan dibahas lebih lanjut di まだ~ていません.
まだ merupakan kebalikan dari もう, yang menunjukkan bahwa suatu keadaan telah berakhir.
まだ juga dapat digunakan dalam bentuk pertanyaan, ketika pembicara merasa bahwa sesuatu 'mungkin' masih berlangsung dan ingin memastikannya.
Fakta Menarik
まだ sering digunakan sebagai ungkapan yang menunjukkan bahwa sesuatu 'masih kurang' atau 'belum' mencapai kondisi yang diinginkan. Dalam konteks seperti ini, まだ sering diulang menjadi まだまだ untuk memberikan penekanan.
Perhatian
Pada beberapa situasi, まだ dapat mengisyaratkan bahwa suatu keadaan terasa belum mencapai hasil yang diharapkan. Namun, nuansa ini muncul karena konteks, bukan makna bawaan dari まだ itu sendiri.
Dalam bahasa Indonesia, padanan seperti 'masih' dan 'belum' terkadang terdengar bernuansa seperti keterlambatan atau ekspektasi. Penting untuk diingat bahwa dalam bahasa Jepang, まだ tetap bernuansa netral jika konteksnya netral.
まだ~ていません
Masih belum melakukan (sesuatu)
まだ~ていません adalah ekspresi yang menggabungkan kata keterangan まだ dengan partikel konjungsi て. Setelah itu, kata kerja いる diubah ke bentuk negatif, yaitu いない (kasual) atau いません (sopan). Pola ini dipakai untuk menyatakan bahwa suatu hal 'masih belum terjadi (A)' atau 'masih belum melakukan (A)'.
Kalau kita lihat contoh kalimat ini, bentuk て memang tetap mengikuti aturan konjugasi biasa, jadi tidak ada perubahan khusus pada bagian itu.
Detail
Let's compare the different ways to use もう and まだ, specifically focusing on why the verb form changes depending on the type of action.
Already?
When we say 'already', we are usually talking about one of two different things. Either a completed action, or a changed state. This is the same difference as we discussed in the previous Topic between ongoing actions versus ongoing resultant states.
For a verb which expresses a continuous action which has been completed, we simply use the past tense (た).
However, for instantaneous changes (things which have resultant states), ている is often used to show that the state of having been done is ongoing.
Another Aspect
Up until now we have mostly focused on もう, but what about まだ? When まだ is used to mean 'still', it shows that a situation is ongoing. For most verbs, this means まだ will be paired with ている (or ていない for negatives).
One major thing to watch out for is that stative verbs (verbs that inherently represent a state, like いる or ある) do not use ている. Because they already describe a state all on their own, they simply remain in their basic or polite form when paired with まだ.
The Lost Ticket
--:--
兄:「あやこ、遅いよ!」
母:「まだ切符を買ってないの?」
あやこ:「買ったけど切符を無くしたの。」
母:「まだ電車は来ないから大丈夫よ。」
父:「あやこが財布に切符を入れているのを見た。」
あやこ:「本当に?嘘をついていない?」
父:「うん。」
兄:「もう電車が来ているよ!」
あやこ:「手が冷たいから、財布から切符を取るのが難しいの!」
兄:「なんで怒っているんだよ!あやこが悪いだろ!」
母:「まあ切符があったんだから、いいでしょ。」