Membuat kalimat pernyataan dasar

Selamat datang di Bunpro! 文プロへようこそ!


Selamat datang di awal perjalanan belajar di Bunpro! Tujuan Panduan pertama ini adalah untuk mempelajari cara membuat kalimat pernyataan dasar dalam bahasa Jepang menggunakan だ dan です. Keduanya digunakan untuk menyatakan atau menghubungkan informasi tentang sesuatu, dan sering kali memiliki fungsi yang mirip dengan 'adalah' dalam bahasa Indonesia.

Perbedaan utama antara keduanya hanyalah tingkat kesopanannya.

Jangan khawatir jika kamu belum dapat membaca kalimat-kalimat ini! Semua kalimat dalam pengantar Panduan hanya digunakan sebagai contoh. Di akhir Panduan, kamu akan memiliki semua bekal yang diperlukan untuk memahami semua hal yang dibahas dalam Panduan ini.

Siap untuk mulai? Mari kita lihat setiap pola tata bahasanya secara lebih mendetail!

Tata Bahasa dalam Panduan Ini

Mulai Belajar

    Bentuk Penghubung (mirip 'adalah')

    Secara umum, berfungsi sebagai kopula, yaitu penghubung antara subjek dan predikat. Dalam bahasa Indonesia, hubungan ini biasanya tidak memakai kata tambahan, jadi kalimat sudah terdengar alami tanpa perlu diterjemahkan. Kadang fungsinya bisa mirip dengan kata 'adalah', tetapi dalam bahasa Indonesia penggunaannya terbatas pada konteks formal atau penjelasan definisi.

    dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tegas atau yakin, dan nuansanya kasual (santai atau tidak formal). Karena itu, bentuk ini tidak cocok dipakai dalam situasi sopan atau resmi.

    Sebenarnya, termasuk dalam kata kerja bantu. Artinya, dia tidak berdiri sendiri, tapi menempel di kata lain untuk memberi arti tambahan. Kalau kamu sudah pernah belajar です sebelumnya, ini sebenarnya punya fungsi yang mirip dengan . Bedanya, です dipakai di situasi yang lebih sopan, dan biasanya menjadi tata bahasa Jepang pertama yang sering dipelajari banyak orang.

    selalu mengikuti kata benda atau kata sifat yang berfungsi seperti kata benda, seperti kata sifat-な.

    Meskipun banyak yang bilang kalau itu 'bentuk kasual' (bentuk santai atau tidak formal) dari です, sebenarnya itu tidak sepenuhnya tepat. です itu termasuk ke dalam bahasa sopan, sedangkan versi formal atau resmi dari justru adalah である. Kita akan mempelajari tata bahasa ini nanti, tapi sebagai gambaran awal: である sering dipakai dalam tulisan formal seperti artikel atau laporan, sedangkan です lebih umum dipakai dalam bahasa sopan.

    Fakta Menarik

    Dalam bahasa Indonesia, kata 'adalah' biasanya dipakai terutama di konteks formal atau ketika memberikan definisi. Namun, dalam percakapan sehari-hari kalimat akan terdengar lebih alami tanpa kata ini. Misalnya, pada kalimat keempat, akan lebih alami diterjemahkan sebagai "Ini penting" (karena "Ini adalah penting" terdengar tidak alami).

    Karena itu, meskipun sering dianggap mirip dengan 'adalah', penggunaannya tidak bisa dipetakan 100% sama. 'Adalah' hanya bisa muncul ketika predikat berbentuk 'kata benda' atau 'ungkapan definisi'. Jika predikat berupa kata sifat, maka 'adalah' tidak bisa dipakai dan justru terdengar janggal.

    Perhatian

    Pada contoh di atas, bagian yang di-bold (teks yang ditebalkan) menunjukkan arti utama dari kalimat, seperti 'es krim', 'kuil', atau 'penting'. Namun, ini bukan berarti kata tersebut adalah terjemahan langsung dari .

    berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan predikat. Dalam bahasa Indonesia, fungsi ini biasanya tidak terlihat karena tidak memerlukan kata khusus. Karena itu, yang ditandai adalah arti keseluruhan bagian kalimat, bukan hanya . Dengan kata lain, tetap ada, tetapi tidak muncul secara langsung dalam terjemahan.

    Perhatian

    tidak dipakai bersama kata kata sifat-い. Dalam kasus seperti ini, yang dianggap benar dan lebih alami adalah memakai bentuk sopan seperti です.

    です

    Bentuk Penghubung (mirip 'adalah')

    Mirip seperti , です berfungsi sebagai kopula, yaitu penghubung antara subjek dan predikat. Bedanya, です memberi nuansa sopan kepada lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia, fungsi ini biasanya tidak diterjemahkan secara langsung, meskipun kadang bisa mirip dengan kata 'adalah' dalam konteks formal.

    です termasuk dalam kata kerja bantu. Fungsinya mirip dengan , tetapi keduanya adalah struktur yang berdiri sendiri, bukan turunan langsung yang satu dari yang lain.

    です dipakai dengan cara yang sama seperti . Selain itu, です juga sering ditambahkan setelah kata sifat-い untuk memberi nuansa sopan, walaupun secara tata bahasa kalimat sudah lengkap tanpa です.

    Fakta Menarik

    Dalam bahasa Indonesia, kata 'adalah' dipakai terutama di konteks formal atau saat membuat definisi. Namun, dalam percakapan sehari-hari kalimat akan terasa lebih alami tanpa kata ini.

    Kata seperti dan です memang berfungsi untuk menyatakan bahwa sesuatu 'adalah' sesuatu. Tetapi saat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, lebih sering maknanya sudah tersampaikan tanpa kata tambahan. Misalnya, pada kalimat ketiga, akan lebih alami diterjemahkan sebagai 'Ini cantik' (karena 'Ini adalah cantik' terdengar tidak alami).

    Perhatian

    Pada contoh kalimat, bagian yang di-bold (teks yang ditebalkan) menunjukkan arti utama dari kalimat, seperti 'cantik', 'mahasiswa', atau 'toko'. Namun, ini bukan berarti kata tersebut adalah terjemahan langsung dari です.

    です berfungsi sebagai penghubung untuk membuat kalimat terdengar sopan. Dalam bahasa Indonesia, fungsi ini biasanya tidak terlihat karena tidak memerlukan kata khusus. Karena itu, yang ditandai adalah makna utama dari kalimat, bukan です. Dengan kata lain, です tetap ada, tetapi tidak muncul secara langsung dalam terjemahan.

    Perhatian

    です memang sering dipakai setelah kata sifat-い, tetapi sebagian orang menganggap ini tidak sepenuhnya benar secara tata bahasa dan sebaiknya dihindari dalam tulisan formal. Namun, dalam percakapan sehari-hari atau pesan teks, bentuk seperti ini sangat umum dan makin lama makin dianggap wajar.

Detail


Di bagian Detail setiap Panduan, kita akan membahas lebih lanjut dan membandingkan konsep yang baru saja dipelajari. Terkadang, kita juga akan membahas hal-hal lain yang berkaitan. Kali ini, mari kita lihat dua hal yang membuat tata bahasa Jepang sebenarnya lebih sederhana daripada bahasa Indonesia.

Tidak Ada 'Kata' untuk Menunjukkan Umum atau Spesifik

Mungkin kamu menyadari bahwa bahasa Jepang tidak memiliki kata khusus untuk menunjukkan apakah kita sedang membicarakan sesuatu secara umum atau sesuatu yang spesifik. Misalnya, (ねこ) dapat berarti 'kucing', 'seekor kucing', atau 'kucing itu', tergantung pada konteks kalimatnya.

Jadi, satu kata dalam bahasa Jepang dapat memiliki arti seperti 'kucing' maupun 'kucing itu'. Kamu tidak perlu menambahkan kata lain untuk menunjukkan perbedaannya. Biasanya, kontekslah yang memberi tahu kita maksudnya.

Subjek Sering Kali Tidak Perlu Disebutkan

Ada satu hal lagi yang mungkin kamu sadari tidak ada dalam kalimat-kalimat tersebut. Subjek!

Dalam bahasa Indonesia, subjek sering kali dapat dihilangkan jika sudah jelas dari konteks. Hal yang sama juga sangat umum dalam bahasa Jepang. Jika subjek sudah dapat diketahui dari konteks, orang Jepang biasanya tidak menyebutkannya. Bahkan, menyebutkan subjek ketika sebenarnya sudah jelas dapat terdengar kurang alami.

Sekarang, mari kita lihat bacaan singkat yang menggunakan beberapa kosakata dan pola tata bahasa yang baru saja kita pelajari. Setiap Panduan akan memiliki bacaan seperti ini, jadi kami menyarankan untuk membacanya secara berurutan guna memastikan bahwa kamu sudah memahami materi yang dipelajari. Bahkan di tahap awal ini, kita sudah dapat membaca teks pendek, jadi mari kita coba!

Supermarket


    --:--

    ケン:「(にく)だ!」

    ケン:「スイカだ!」

    ケン:「野菜(やさい)だ!」

    (わたし):「大変(たいへん)です…」