Panduan N5
P1: Welcome to Bunpro! 文プロへようこそ!
Make essential declarative sentences
Welcome to Bunpro! 文プロへようこそ!
Welcome to the start of the Bunpro learning path! The goal of this first Topic is to learn how to make declarative statements using the Japanese equivalents of ‘is’. This is fundamental to almost any language, and is achieved in Japanese through the use of だ and です.
The main difference between the two is simply politeness.
Don’t worry if you cannot read these sentences just yet! All sentences in Topic introductions are just for illustrative purposes. By the end of a Topic, you’ll have all the tools you need to handle anything that Topic covers.
Ready to begin? Let’s look at each grammar point in detail!
Tata Bahasa dalam Panduan Ini
だ
Bentuk Penghubung (mirip 'adalah')
Secara umum, だ berfungsi sebagai kopula, yaitu penghubung antara subjek dan predikat. Dalam bahasa Indonesia, hubungan ini biasanya tidak memakai kata tambahan, jadi kalimat sudah terdengar alami tanpa perlu diterjemahkan. Kadang fungsinya bisa mirip dengan kata 'adalah', tetapi dalam bahasa Indonesia penggunaannya terbatas pada konteks formal atau penjelasan definisi.
だ dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tegas atau yakin, dan nuansanya kasual (santai atau tidak formal). Karena itu, bentuk ini tidak cocok dipakai dalam situasi sopan atau resmi.
Sebenarnya, だ termasuk dalam kata kerja bantu. Artinya, dia tidak berdiri sendiri, tapi menempel di kata lain untuk memberi arti tambahan. Kalau kamu sudah pernah belajar です sebelumnya, ini sebenarnya punya fungsi yang mirip dengan だ. Bedanya, です dipakai di situasi yang lebih sopan, dan biasanya menjadi tata bahasa Jepang pertama yang sering dipelajari banyak orang.
だ selalu mengikuti kata benda atau kata sifat yang berfungsi seperti kata benda, seperti kata sifat-な.
Meskipun banyak yang bilang kalau だ itu 'bentuk kasual' (bentuk santai atau tidak formal) dari です, sebenarnya itu tidak sepenuhnya tepat. です itu termasuk ke dalam bahasa sopan, sedangkan versi formal atau resmi dari だ justru adalah である. Kita akan mempelajari tata bahasa ini nanti, tapi sebagai gambaran awal: である sering dipakai dalam tulisan formal seperti artikel atau laporan, sedangkan です lebih umum dipakai dalam bahasa sopan.
Fakta Menarik
Dalam bahasa Indonesia, kata 'adalah' biasanya dipakai terutama di konteks formal atau ketika memberikan definisi. Namun, dalam percakapan sehari-hari kalimat akan terdengar lebih alami tanpa kata ini. Misalnya, pada kalimat keempat, akan lebih alami diterjemahkan sebagai "Ini penting" (karena "Ini adalah penting" terdengar tidak alami).
Karena itu, meskipun だ sering dianggap mirip dengan 'adalah', penggunaannya tidak bisa dipetakan 100% sama. 'Adalah' hanya bisa muncul ketika predikat berbentuk 'kata benda' atau 'ungkapan definisi'. Jika predikat berupa kata sifat, maka 'adalah' tidak bisa dipakai dan justru terdengar janggal.
Perhatian
Pada contoh di atas, bagian yang di-bold (teks yang ditebalkan) menunjukkan arti utama dari kalimat, seperti 'es krim', 'kuil', atau 'penting'. Namun, ini bukan berarti kata tersebut adalah terjemahan langsung dari だ.
だ berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan predikat. Dalam bahasa Indonesia, fungsi ini biasanya tidak terlihat karena tidak memerlukan kata khusus. Karena itu, yang ditandai adalah arti keseluruhan bagian kalimat, bukan hanya だ. Dengan kata lain, だ tetap ada, tetapi tidak muncul secara langsung dalam terjemahan.
Perhatian
だ tidak dipakai bersama kata kata sifat-い. Dalam kasus seperti ini, yang dianggap benar dan lebih alami adalah memakai bentuk sopan seperti です.
です
Bentuk Penghubung (mirip 'adalah')
Mirip seperti だ, です berfungsi sebagai kopula, yaitu penghubung antara subjek dan predikat. Bedanya, です memberi nuansa sopan kepada lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia, fungsi ini biasanya tidak diterjemahkan secara langsung, meskipun kadang bisa mirip dengan kata 'adalah' dalam konteks formal.
です termasuk dalam kata kerja bantu. Fungsinya mirip dengan だ, tetapi keduanya adalah struktur yang berdiri sendiri, bukan turunan langsung yang satu dari yang lain.
です dipakai dengan cara yang sama seperti だ. Selain itu, です juga sering ditambahkan setelah kata sifat-い untuk memberi nuansa sopan, walaupun secara tata bahasa kalimat sudah lengkap tanpa です.
Fakta Menarik
Dalam bahasa Indonesia, kata 'adalah' dipakai terutama di konteks formal atau saat membuat definisi. Namun, dalam percakapan sehari-hari kalimat akan terasa lebih alami tanpa kata ini.
Kata seperti だ dan です memang berfungsi untuk menyatakan bahwa sesuatu 'adalah' sesuatu. Tetapi saat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, lebih sering maknanya sudah tersampaikan tanpa kata tambahan. Misalnya, pada kalimat ketiga, akan lebih alami diterjemahkan sebagai 'Ini cantik' (karena 'Ini adalah cantik' terdengar tidak alami).
Perhatian
Pada contoh kalimat, bagian yang di-bold (teks yang ditebalkan) menunjukkan arti utama dari kalimat, seperti 'cantik', 'mahasiswa', atau 'toko'. Namun, ini bukan berarti kata tersebut adalah terjemahan langsung dari です.
です berfungsi sebagai penghubung untuk membuat kalimat terdengar sopan. Dalam bahasa Indonesia, fungsi ini biasanya tidak terlihat karena tidak memerlukan kata khusus. Karena itu, yang ditandai adalah makna utama dari kalimat, bukan です. Dengan kata lain, です tetap ada, tetapi tidak muncul secara langsung dalam terjemahan.
Perhatian
です memang sering dipakai setelah kata sifat-い, tetapi sebagian orang menganggap ini tidak sepenuhnya benar secara tata bahasa dan sebaiknya dihindari dalam tulisan formal. Namun, dalam percakapan sehari-hari atau pesan teks, bentuk seperti ini sangat umum dan makin lama makin dianggap wajar.
Detail
In the Details section of each Topic, we'll expand on and compare concepts that we have just learned. We’ll also sometimes discuss related ideas. This time, let's look at two ways that Japanese grammar is actually simpler than English.
No 'a', 'an', or 'the'
You may have noticed that even though we have words like ‘a’, ‘an’, or ‘the’ in our English translations, the Japanese sentences don’t have an equivalent. In this way, Japanese is simpler than English.
This is because Japanese doesn’t have these words at all. Whether you’re talking about ‘a cat’ (general) or ‘the cat’ (specific), the word is just 猫 ‘cat’. The context will determine the nuance.
Subjects Are Often Optional
Here’s another thing that you may have noticed is missing. The subject!
In English, a sentence usually requires a ‘subject’ (often words like ‘I’ or ‘you’) to be grammatically correct. In Japanese, if the subject is obvious from context, it is usually left out. This is extremely common and often sounds much more natural than adding one.
Now, let’s look at a short reading passage that includes some of the vocabulary and grammar that we have just learned. Each new Topic will include one of these, so we recommend using them in order to confirm your understanding. Even at this early stage we are able to read short texts, so let’s try it out!
The Supermarket
--:--
ケン:「肉だ!」
ケン:「スイカだ!」
ケン:「野菜だ!」
私:「大変です…」