Bring up and change topics

What Are You Talking About?


In this Topic, we're going to learn about two 'particles'. は (pronounced わ ’wa’) and も.

Particles are indicators that follow other words, in order to show their role in a sentence.

は is the 'topic marker'. It tells the listener what the overall statement is about. On the other hand, も allows us to add something to a topic. It can replace は to add an 'also' or 'too' meaning.

は and も can be combined with だ or です in the pattern (A) は (B) です.

Let’s jump straight into each individual grammar point.

Tata Bahasa dalam Panduan Ini

Mulai Belajar
  • Mengenai... (Menyoroti topik kalimat)

  • Partikel (diucapkan 'wa') sering dianggap sebagai salah satu partikel yang paling sulit dikuasai dalam bahasa Jepang, bersama dengan . dipakai untuk menandai topik kalimat, yaitu hal utama yang sedang dibicarakan. Partikel ini berfungsi memberi gambaran umum tentang apa yang sedang dibicarakan dalam kalimat. Sebaliknya, lebih fokus pada menandai subjek atau tindakan spesifik dalam suatu pernyataan. Perbedaan ini akan dibahas lebih dalam saat kita mempelajari partikel .

    Dalam banyak kalimat (terutama yang pendek), penggunaan partikel atau bisa sama-sama terdengar alami dalam kalimat. Perbedaannya tergantung pada tujuan pembicara: apakah hanya ingin menyampaikan sesuatu secara umum (), atau ingin menekankan hal tersebut secara khusus ().

    Dalam contoh pertama, dipakai untuk menunjukkan topik secara umum (kari). Pada contoh kedua, sekali lagi menunjukkan bahwa topik pembicaraan adalah 'saya', sedangkan dipakai untuk menekankan informasi penting (dalam hal ini, wine adalah sesuatu yang dibenci).

    Perhatian

    Partikel tidak cocok dipakai untuk mendeskripsikan sesuatu yang sedang kamu alami saat ini. Ini karena kejadian yang berlangsung 'saat ini' biasanya dianggap sebagai bagian dari pengalaman yang lebih besar (seperti keseluruhan hari atau situasi secara umum).

    Perhatian

    memiliki dua fungsi utama. Pertama, untuk menandai topik dalam sebuah kalimat. Kedua, untuk menunjukkan kontras atau membuat perbandingan. Meskipun tidak ada aturan yang benar-benar ketat, ketika dipakai di bagian tengah atau menjelang akhir kalimat, biasanya memberikan kesan bahwa ada perbandingan atau kontras yang ingin disampaikan.

    Pada kalimat kedua, akan memberikan kesan kepada pendengar bahwa ada perbandingan yang sedang dibuat.

    N5 Tata Bahasa

  • Juga, Bahkan, Pun

  • bisa berarti 'juga', 'bahkan', atau 'pun', tergantung pada apakah kalimatnya positif atau negatif. Partikel seperti ini memang sering punya banyak makna dalam bahasa Jepang dan hal ini wajar, karena dalam bahasa Jepang, satu partikel bisa dipakai untuk menambahkan informasi tanpa harus cari kata lain. Ini berbeda dengan bahasa Indonesia, yang biasanya membutuhkan kata berbeda tergantung konteksnya.

    Seperti yang bisa kamu lihat, dalam bahasa Indonesia kita membutuhkan kata-kata seperti 'juga', 'bahkan', atau 'pun' tergantung konteksnya. Tetapi dalam bahasa Jepang, cukup dengan memakai . Kamu bisa menganggapnya sebagai cara untuk menyampaikan bahwa 'Apa yang berlaku untuk (A), juga berlaku untuk (B)'.

    Partikel juga sering muncul dalam berbagai bentuk gabungan, dan tetap mempertahankan makna dasarnya, hanya dengan sedikit nuansa tambahan. Beberapa di antaranya termasuk でも, にも~ない, とも. Seperti yang bisa kamu lihat, partikel ini sering dipasangkan dengan partikel lainnya!

    Di sini, muncul dalam kata でも. Dalam terjemahan, でも sering diterjemahkan sebagai 'tetapi'. Namun, nuansanya tidak selalu menunjukkan pertentangan yang kuat. Dalam beberapa konteks, maknanya bisa terasa seperti 'sementara (A), hal lain juga berlaku untuk (B)'.

    Perlu dicatat bahwa dalam bahasa Jepang modern, でも dianggap sebagai satu kata tersendiri. Meskipun secara historis berasal dari gabungan dan , bentuk ini tidak lagi diperlakukan sebagai penggabungan partikel yang aktif.

    Fakta Menarik

    Sekilas tentang 'nuansa': Dalam bahasa Jepang, satu kata atau pola bisa memiliki makna dasar yang sama, tetapi terasa sedikit berbeda tergantung cara pemakaian, posisi dalam kalimat, atau siapa yang diajak bicara. Perbedaan halus seperti ini disebut 'nuansa'. Ini bukan perubahan arti besar, tapi bisa memengaruhi apakah kalimat terasa lebih sopan, lebih kuat, lebih netral, atau lebih emosional.

    Misalnya, kalimat「もう食べた」dan「もう食べました」keduanya berarti 'sudah makan', tetapi yang kedua terdengar lebih sopan. Nah, perbedaan rasa seperti ini adalah contoh perbedaan nuansa.

    Saat kamu terus belajar, kamu akan makin terbiasa menangkap dan memahami perbedaan nuansa seperti ini.

    N5 Tata Bahasa

Detail


In the previous Topic, we learned that words like 'I', 'you', 'he/she/they' can often be left out of Japanese sentences. But in this Topic, we've been adding them back in by using は. Let’s see why.

Let's Talk About Me for a Minute

Since は brings up a topic of conversation, when everyone already knows what the speaker is talking about, it does not need to be stated again. This includes when something is clear from context.

Because of this, it is often not required to say something like (わたし)は every single time we talk about ourselves. In fact, repeating (わたし)は at the start of every sentence can sound very unnatural, so be careful!

What Was It You Wanted to Say?

Alternatively, は is also very handy for changing what the conversation is about, or introducing a brand new topic in general. It can tell the listener, 'Now I am talking about this other thing'.

は can be a little tricky, so there is no need to try and master it all at once. We will revisit it often and see it being used in plenty of different contexts as we progress!

Introductions Galore


    --:--

    みき:「彼女(かのじょ)可愛(かわい)いです。高校生(こうこうせい)です。(わたし)高校生(こうこうせい)です。彼女(かのじょ)友達(ともだち)です。大好(だいす)です。」

    みき:「先生(せんせい)日本人(にほんじん)です。(かれ)(おとこ)(ひと)です。大人(おとな)です。(かれ)面白(おもしろ)いです。先生(せんせい)()き!」

    みき:「(かれ)大学生(だいがくせい)です。留学生(りゅうがくせい)です。(かれ)真面目(まじめ)です。(わたし)(おな)じです。」