Be able to talk about actions and doing things

Getting Into Action


In this Topic, we're going to get our first look at Japanese verbs, and learn about two main types. る-Verbs and う-Verbs. Knowing the difference is important, as it affects how they conjugate (change so other words can attach to them).

We'll also learn how to use the 'object' marking particle を with verbs. It will tell us what is being acted upon in a sentence.

Tata Bahasa dalam Panduan Ini

Mulai Belajar
  • Kata Kerja-る (Kamus)

    る + ます (Kata Kerja Ichidan)

  • Kata kerja-る (kata kerja kelompok 2), atau dalam bahasa Jepang disebut juga Ichidan adalah jenis kata kerja yang hanya punya satu pola konjugasi (perubahan bentuk). Polanya cukup sederhana, cukup dengan mengganti kana る di akhir kata kerja dengan bentuk lain sesuai kebutuhan, tergantung pada makna yang ingin disampaikan (seperti bentuk lampau, negatif, larangan, dll). Nama Ichidan (一段(いちだん), artinya 'satu tingkat') diberikan karena perubahan bentuknya cuma terjadi di satu baris di tabel kana. Disebut 'kelompok 2' karena kelompok ini lebih kecil jumlahnya dibanding kelompok 1, dan bentuk perubahannya jauh lebih konsisten serta mudah diprediksi.

    Seperti yang dapat kamu lihat dari contoh kalimat ini, untuk mengubah ke bentuk sopan (ます), kita cukup menghapus る dari kata kerja Ichidan, lalu menggantinya dengan ます. Versi yang berakhir dengan る ini disebut bentuk dasar. Di beberapa buku atau sumber lain, kamu mungkin juga akan menemukannya dengan nama 'plain form', 'casual form', atau 'short form'. Semuanya sebenarnya mengacu pada hal yang sama, yaitu bentuk dasar yang biasanya dipakai dalam situasi santai (kasual atau tidak formal).

    Oh ya, semua kata kerja-る (kata kerja kelompok 2) selalu berakhir dengan kana る. Tidak ada pengecualian untuk hal ini!

    Perhatian

    Memang semua kata kerja ini berakhiran る. Tapi hati-hati, tidak semua kata kerja yang berakhiran る termasuk dalam kelompok kata kerja-る (kata kerja kelompok 2)! Ada juga kata kerja berakhiran る yang justru termasuk kelompok lain, dan bentuknya akan berubah dengan cara yang berbeda saat dipakai dalam kalimat.

    Perhatikan perubahan る menjadi り pada kata ()ります. Karena ada perubahan dari る menjadi り, kata kerja ini bukan termasuk Ichidan, tapi termasuk dalam Godan (disebut juga kata kerja-う atau kata kerja kelompok 1). Ciri khas kata kerja-る (kata kerja kelompok 2) adalah る-nya langsung diganti (misalnya jadi ます), tanpa berubah ke bentuk lain. Kita akan bahas lebih dalam soal kata kerja-う (kata kerja kelompok 1) di pelajaran berikutnya.

    Fakta Menarik

    Banyak kata kerja Ichidan yang berakhir dengan bunyi いる atau える, seperti ()べる. Tapi hati-hati, karena tidak semua yang berakhiran seperti itu adalah Ichidan. Ada juga pengecualian seperti はしる dan 要る(いる) (dalam arti 'membutuhkan'), yang justru termasuk Godan. Jadi, anggap ini sebagai bantuan awal, tapi tetap cek kembali kalau kamu ragu, ya!

    N5 Tata Bahasa

  • Kata Kerja-う (Kamus)

    う + ます (Kata Kerja Godan)

  • Kata kerja-う (kata kerja kelompok 1) mencakup semua kata kerja dalam bahasa Jepang yang berakhir dengan bunyi う (termasuk beberapa kata kerja yang berakhir dengan る). Kata kerja ini disebut Godan (五段(ごだん), artinya 'lima tingkat') karena perubahan bentuknya melibatkan kelima vokal dari kolom yang sama di tabel kana (misalnya か, き, く, け, こ untuk kata kerja ()く). Kelompok ini disebut 'kelompok 1' karena paling banyak dipakai dan punya variasi perubahan bentuk yang paling fleksibel dibanding kelompok lainnya.

    Seperti yang dapat kamu lihat dari contoh ini, kana く dalam kata kerja ()く berubah menjadi き ketika diubah ke bentuk sopan. Semua bunyi lain dari kolom K (ka, ki, ku, ke, ko) juga akan dipakai dalam berbagai perubahan bentuk 聞く, tergantung bentuk yang ingin dibuat. Aturan ini berlaku untuk semua kata kerja-う (kata kerja kelompok 1).

    ()ない, ()たい, (), (), ()

    Di sini kita dapat melihat bahwa kata kerja-う ()く menggunakan kelima bunyi berbeda dari kolom K dalam berbagai perubahan bentuknya.

    Perhatian

    Sama seperti pada kata kerja-る (kata kerja kelompok 2), bentuk dasar dari kata kerja ini mungkin disebut dengan nama 'plain form', 'casual form', atau 'short form', tergantung pada sumber atau buku yang kamu gunakan. Ingat juga, beberapa kata kerja yang berakhir dengan る termasuk kelompok ini, bukan kelompok 2.

    N5 Tata Bahasa

  • Partikel penanda objek

  • Dalam bahasa Jepang, adalah partikel yang menandai objek dari sebuah tindakan. Artinya, subjek (orang atau benda yang melakukan tindakan) melakukan sesuatu kepada objek sebagai sasaran atau target dari tindakan itu. Biasanya, kata yang diikuti oleh bukanlah yang melakukan sesuatu, tapi justru yang menerima atau menjadi sasaran dari tindakan tersebut.

    Pada contoh kalimat-kalimat ini, dipakai untuk menunjukkan objek, yaitu sesuatu yang dikenai tindakan. Inilah cara bahasa Jepang menunjukkan 'objek' dalam kalimat. Uniknya, berbeda dengan bahasa Indonesia, dalam bahasa Jepang juga bisa dipakai untuk menandai tempat, yaitu jika tindakan tersebut dilakukan melewati atau melalui tempat itu. Ini biasanya terjadi ketika tempat tersebut menjadi bagian langsung dari aksi, bukan hanya sebagai latar.

    Seperti yang bisa kamu lihat, menandai tempat yang menjadi jalur atau media dari tindakan yang sedang berlangsung. Tempatnya diperlakukan seolah ikut dilibatkan secara fisik, seperti tanah saat berjalan atau lorong saat berlari.

    N5 Tata Bahasa

Detail


Up until now, we haven't really discussed the order that words flow in a Japanese sentence. Now that we know a bit more about verbs and the most essential particles, let's take a closer look.

Who and What

As a general rule, the subject will come before the object, and the verb always comes last.

Although this is the most neutral order, Japanese is actually quite flexible! As long as the verb stays at the end, we can swap the other parts around to shift emphasis.

Framing the Conversation

Another general rule is that は will tend to come at the very beginning, when it is used. This is because it tells us the topic of conversation, framing the rest of what's to come. Sometimes it can be hard to conceptualize a whole statement unless we first know within what context it is happening.

We can even take the object of a sentence (normally marked by を) and rephrase it as the topic by using は. This makes it feel like the main thing we want to talk about. Let's look at all the possible patterns with は, が, and を in one simple sentence.

We can see from this that, although は and が are often compared, は can be used much more generally than が can.

Last But Not Least

As was briefly mentioned before, the verb will come last in a Japanese sentence. We are given all the other context first (time, place, subject, object) and then finally told what happens at the very end.

In general, things that come earlier in a sentence will be giving information or details about things that come later, with the most important thing coming at the end.

Dinner Date


    --:--

    たくや:「(ぼく)は、ラーメンを()べます!(きみ)?」

    さくら:「ラーメン!いいですね!(わたし)はバターラーメンを()べます!」

    たくや:「バターは美味(おい)しいですよね!(ぼく)もそれを()べます!」

    さくら:「お(さけ)()みますか?」

    たくや:「(みず)がいいです!」

    さくら:「今日(きょう)土曜日(どようび)です。(わたし)はワインを()みます!」

    たくや:「ワイン、バターラーメン…。いいですね…。