Panduan N5
P2: Saatnya Beraksi
Bisa membicarakan tindakan dan melakukan berbagai hal
Saatnya Beraksi
Dalam Panduan ini, kita akan mulai mempelajari kata kerja bahasa Jepang dan mengenal dua jenis utamanya: kata kerja-る dan kata kerja-う. Mengetahui perbedaannya penting karena hal ini memengaruhi cara kata kerja tersebut berubah bentuk.
Kita juga akan mempelajari partikel を, yaitu partikel penanda objek yang digunakan bersama kata kerja. Partikel ini menunjukkan apa yang dikenai atau menjadi sasaran suatu tindakan.
Tata Bahasa dalam Panduan Ini
Kata Kerja-る (Kamus)
る + ます (Kata Kerja Ichidan)
Kata kerja-る (kata kerja kelompok 2), atau dalam bahasa Jepang disebut juga Ichidan adalah jenis kata kerja yang hanya punya satu pola konjugasi (perubahan bentuk). Polanya cukup sederhana, cukup dengan mengganti kana る di akhir kata kerja dengan bentuk lain sesuai kebutuhan, tergantung pada makna yang ingin disampaikan (seperti bentuk lampau, negatif, larangan, dll). Nama Ichidan (一段, artinya 'satu tingkat') diberikan karena perubahan bentuknya cuma terjadi di satu baris di tabel kana. Disebut 'kelompok 2' karena kelompok ini lebih kecil jumlahnya dibanding kelompok 1, dan bentuk perubahannya jauh lebih konsisten serta mudah diprediksi.
Seperti yang dapat kamu lihat dari contoh kalimat ini, untuk mengubah ke bentuk sopan (ます), kita cukup menghapus る dari kata kerja Ichidan, lalu menggantinya dengan ます. Versi yang berakhir dengan る ini disebut bentuk dasar. Di beberapa buku atau sumber lain, kamu mungkin juga akan menemukannya dengan nama 'plain form', 'casual form', atau 'short form'. Semuanya sebenarnya mengacu pada hal yang sama, yaitu bentuk dasar yang biasanya dipakai dalam situasi santai (kasual atau tidak formal).
Oh ya, semua kata kerja-る (kata kerja kelompok 2) selalu berakhir dengan kana る. Tidak ada pengecualian untuk hal ini!
Perhatian
Memang semua kata kerja ini berakhiran る. Tapi hati-hati, tidak semua kata kerja yang berakhiran る termasuk dalam kelompok kata kerja-る (kata kerja kelompok 2)! Ada juga kata kerja berakhiran る yang justru termasuk kelompok lain, dan bentuknya akan berubah dengan cara yang berbeda saat dipakai dalam kalimat.
Perhatikan perubahan る menjadi り pada kata 取ります. Karena ada perubahan dari る menjadi り, kata kerja ini bukan termasuk Ichidan, tapi termasuk dalam Godan (disebut juga kata kerja-う atau kata kerja kelompok 1). Ciri khas kata kerja-る (kata kerja kelompok 2) adalah る-nya langsung diganti (misalnya jadi ます), tanpa berubah ke bentuk lain. Kita akan bahas lebih dalam soal kata kerja-う (kata kerja kelompok 1) di pelajaran berikutnya.
Fakta Menarik
Banyak kata kerja Ichidan yang berakhir dengan bunyi いる atau える, seperti 食べる. Tapi hati-hati, karena tidak semua yang berakhiran seperti itu adalah Ichidan. Ada juga pengecualian seperti はしる dan 要る (dalam arti 'membutuhkan'), yang justru termasuk Godan. Jadi, anggap ini sebagai bantuan awal, tapi tetap cek kembali kalau kamu ragu, ya!
Kata Kerja-う (Kamus)
う + ます (Kata Kerja Godan)
Kata kerja-う (kata kerja kelompok 1) mencakup semua kata kerja dalam bahasa Jepang yang berakhir dengan bunyi う (termasuk beberapa kata kerja yang berakhir dengan る). Kata kerja ini disebut Godan (五段, artinya 'lima tingkat') karena perubahan bentuknya melibatkan kelima vokal dari kolom yang sama di tabel kana (misalnya か, き, く, け, こ untuk kata kerja 聞く). Kelompok ini disebut 'kelompok 1' karena paling banyak dipakai dan punya variasi perubahan bentuk yang paling fleksibel dibanding kelompok lainnya.
Seperti yang dapat kamu lihat dari contoh ini, kana く dalam kata kerja 聞く berubah menjadi き ketika diubah ke bentuk sopan. Semua bunyi lain dari kolom K (ka, ki, ku, ke, ko) juga akan dipakai dalam berbagai perubahan bentuk 聞く, tergantung bentuk yang ingin dibuat. Aturan ini berlaku untuk semua kata kerja-う (kata kerja kelompok 1).
聞かない, 聞きたい, 聞く, 聞ける, 聞こう
Di sini kita dapat melihat bahwa kata kerja-う 聞く menggunakan kelima bunyi berbeda dari kolom K dalam berbagai perubahan bentuknya.
Perhatian
Sama seperti pada kata kerja-る (kata kerja kelompok 2), bentuk dasar dari kata kerja ini mungkin disebut dengan nama 'plain form', 'casual form', atau 'short form', tergantung pada sumber atau buku yang kamu gunakan. Ingat juga, beberapa kata kerja yang berakhir dengan る termasuk kelompok ini, bukan kelompok 2.
を
Partikel penanda objek
Dalam bahasa Jepang, を adalah partikel yang menandai objek dari sebuah tindakan. Artinya, subjek (orang atau benda yang melakukan tindakan) melakukan sesuatu kepada objek sebagai sasaran atau target dari tindakan itu. Biasanya, kata yang diikuti oleh を bukanlah yang melakukan sesuatu, tapi justru yang menerima atau menjadi sasaran dari tindakan tersebut.
Pada contoh kalimat-kalimat ini, を dipakai untuk menunjukkan objek, yaitu sesuatu yang dikenai tindakan. Inilah cara bahasa Jepang menunjukkan 'objek' dalam kalimat. Uniknya, berbeda dengan bahasa Indonesia, を dalam bahasa Jepang juga bisa dipakai untuk menandai tempat, yaitu jika tindakan tersebut dilakukan melewati atau melalui tempat itu. Ini biasanya terjadi ketika tempat tersebut menjadi bagian langsung dari aksi, bukan hanya sebagai latar.
Seperti yang bisa kamu lihat, を menandai tempat yang menjadi jalur atau media dari tindakan yang sedang berlangsung. Tempatnya diperlakukan seolah ikut dilibatkan secara fisik, seperti tanah saat berjalan atau lorong saat berlari.
Detail
Sampai sekarang, kita belum benar-benar membahas urutan kata dalam kalimat bahasa Jepang. Sekarang, setelah mengenal kata kerja dan beberapa partikel penting, mari kita melihat susunan kalimatnya lebih dekat.
Siapa Melakukan Apa?
Secara umum, subjek muncul sebelum objek, dan kata kerja selalu berada di akhir kalimat.
Meskipun ini merupakan urutan yang paling netral, susunan kalimat bahasa Jepang sebenarnya cukup fleksibel! Selama kata kerja tetap berada di akhir, bagian-bagian lain dalam kalimat dapat ditukar posisinya untuk mengubah penekanan.
Membingkai Pembicaraan
Aturan umum lainnya adalah は cenderung muncul di bagian awal kalimat jika digunakan. Hal ini karena は menunjukkan topik yang sedang dibicarakan dan menjadi kerangka untuk informasi yang mengikutinya. Terkadang, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang sedang dibicarakan agar dapat memahami keseluruhan kalimat.
Kita bahkan dapat mengambil objek dalam sebuah kalimat, yang biasanya ditandai dengan を, lalu menjadikannya topik menggunakan は. Dengan begitu, objek tersebut menjadi hal utama yang ingin kita bicarakan. Mari kita lihat berbagai pola penggunaan は, が, dan を dalam satu kalimat sederhana.
Dari sini, kita dapat melihat bahwa meskipun は dan が sering dibandingkan, penggunaan は sebenarnya lebih luas daripada が.
Yang Terakhir, tetapi Penting
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kata kerja berada di akhir kalimat bahasa Jepang. Kita terlebih dahulu mendapatkan konteks lain, seperti waktu, tempat, subjek, dan objek, lalu baru mengetahui tindakan atau peristiwa yang terjadi di bagian akhir.
Secara umum, bagian yang muncul lebih awal dalam kalimat memberikan informasi atau keterangan untuk bagian yang muncul setelahnya, dengan informasi utama biasanya muncul di bagian akhir.
Kencan Makan Malam
--:--
たくや:「僕は、ラーメンを食べます!君は?」
さくら:「ラーメン!いいですね!私はバターラーメンを食べます!」
たくや:「バターは美味しいですよね!僕もそれを食べます!」
さくら:「お酒は飲みますか?」
たくや:「水がいいです!」
さくら:「今日は土曜日です。私はワインを飲みます!」
たくや:「ワイン、バターラーメン…。いいですね…。」