Panduan N5
P8: I've Decided to Become Good (at Japanese)
Expand on ways to use する and なる
I've Decided to Become Good (at Japanese)
In this Topic, we're going to learn about how to use verbs する and なる in more advanced ways. Specifically, we're going to learn about the にする pattern (used to say something is 'decided on') and the になる and くなる patterns (used to say that something 'becomes' something else).
We will also explore the relationship between する and なる further, and see how they can be thought of as two sides of the same coin, where one is active choice and the other is natural change.
Tata Bahasa dalam Panduan Ini
にする
Memutuskan, Memilih, Menjadikan, Menganggap
にする adalah struktur yang menggabungkan partikel に (yang biasanya menunjukkan arah atau tujuan) dengan kata kerja する (melakukan). Dalam konteks ini, にする dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang memutuskan sesuatu atau memilih sesuatu secara sadar.
Kesan utama dari にする adalah adanya 'keputusan langsung' dari si pembicara. Karena itu, struktur ini sering dipakai saat kita memilih sesuatu dari beberapa opsi, atau membuat keputusan tentang suatu keadaan. Kata benda yang muncul sebelum にする adalah hal yang sedang dipilih atau diputuskan.
Dalam contoh ini, meskipun terjemahan umumnya adalah 'memutuskan', sebenarnya ini lebih mirip dengan ungkapan santai 'melakukan (A)'. Kalau diterjemahkan secara harfiah, akan berarti 'saya akan lakukan bir', atau kalau dibawa ke suasana santai seperti saat memesan, artinya kurang lebih 'saya ambil bir saja'.
Terkadang, partikel と dipakai sebagai pengganti に dalam pola にする. Secara makna keduanya mirip, tapi tetap ada sedikit perbedaan. Saat menggunakan とする, kesan keputusan langsung menjadi sedikit lebih lembut. Karena itulah とする sering dipakai dalam situasi yang lebih formal, atau saat pembicara ingin terdengar lebih netral dan tidak terlalu menegaskan pilihannya.
Bisa dibilang, に terasa lebih tegas dan menunjukkan keputusan pribadi yang jelas, sedangkan と terdengar lebih hati-hati atau mempertimbangkan.
Kalau mau membandingkan dua partikel ini dengan bentuk dalam bahasa Indonesia, perbedaannya bisa terlihat dari contoh kalimat berikut.
に: Saya akan membeli burger. (Burger adalah target langsung dari kata 'membeli'; kalimat ini terasa lebih tegas dan jelas)
と: Saya pilih burger saja. (Terdengar lebih lembut dan memberi kesan bahwa masih ada pilihan lain yang sedang dipertimbangkan)
Poin tata bahasa ini bisa dipakai untuk kata benda yang lebih abstrak, dan tidak harus untuk 'benda' saja.
~になる・~くなる
Menjadi (Kata sifat)
になる (untuk kata sifat-な) dan くなる (untuk kata sifat-い) adalah ekspresi yang dipakai dalam bahasa Jepang untuk menyatakan bahwa sesuatu 'menjadi (A)'. Pola ini dapat dipakai dalam berbagai bentuk kata kerja なる, untuk menunjukkan bahwa sesuatu 'akan menjadi' (bentuk non-lampau), 'sedang menjadi' (bentuk sekarang yang sedang berlangsung), atau 'sudah menjadi' (Lampau). Bahkan bisa juga dipakai dalam bentuk negatif, untuk menyatakan bahwa sesuatu 'tidak akan menjadi (A)' atau tetap tidak berubah.
Pada contoh tentang teh yang menjadi dingin, kita bisa melihat bagaimana ている kadang dipakai untuk menekankan bahwa sesuatu berada dalam keadaan yang sedang berlangsung, bukan lagi dalam proses perubahan. Dengan kata lain, 'tehnya sudah menjadi dingin, dan tetap dalam keadaan dingin'.
Selain itu, kata sifat いい (yang berarti 'bagus') merupakan pengecualian dari pola konjugasi biasa untuk Kata Sifat-い. Kata ini akan berubah menjadi よくなる, bukan いくなる.
Perhatian
Dalam bahasa Indonesia, kita sering memakai kata kerja seperti 'menjadi dingin', 'menjadi panas', atau 'menjadi tua' untuk menyatakan perubahan keadaan. Dalam bahasa Jepang, perubahan seperti ini diekspresikan dengan memakai kata sifat + になる.
Detail
なる and する are sometimes thought of as being related. Let's see why and how.
Becoming and Doing
While する is active, with a 'doer' (subject) and 'thing' being acted upon (object), なる does not have an active choice behind it, with no 'doer', only simple becoming or being. This is the difference between volition and non-volition. する implies control, choice, and action. なる implies spontaneity, flow, and natural change.
This is why にする means 'to decide on'. Volition is behind the selection. Conversely, this is why になる means 'to become', regardless of anyone's intentions.
This difference, between an active choice and a natural change, is actually a fundamental rule for how verbs work in Japanese. We will explore this more when we reach N4!
Yet Another Aspect
An important consequence of する representing 'doing' and なる representing 'becoming' is that their relationship with ‘aspect’ (whether something is ongoing or not) differs. This is particularly clear when using the ている pattern.
As する represents an action which can be continuously done, it will mean that the action is ongoing when ている is used. On the other hand, なる is a change of state. Something either has become or hasn't. As such, when なる uses ている it will mean that something has already become, and the resultant state is ongoing.
A Little Bit Tense
With the past tense (た), there is also a difference in nuance regarding outcome. For する, the past tense tells us that a volitional choice or action was completed. For なる, the past tense tells us that a natural (non-volitional) conclusion or result was reached.
Burger Time
--:--
みき:「授業が終わるのが遅かったから、もう3時だね。お昼はハンバーガーにする?」
あや:「そうだね。美味しい店知ってるよ!」
たかや:「あそこ?」
あや:「そう!」
たかや:「ここ、ハンバーガーは美味しいけど店が古かったよね?」
あや:「そうそう。綺麗になったね!」
みき:「メニューも多いね。色々なハンバーガーがあるよ。」
たかや:「前は3つだけだったよね?」
あや:「そう!」
みき:「お腹が空いたよ〜。」
あや:「私は牛肉ハンバーガーにする。牛肉が人気があるってお母さんが言ってたの。」
みき:「私も同じのにする!」
たかや:「僕はダイエットをしているから野菜ハンバーガーにするよ。」
あや:「たかや、腕が細くなったよね!」
たかや:「そう?もっと痩せてかっこよくなるんだ!」