Learn a range of ways to say something must or must not be done

Needs Must


In this Topic, we're going to learn about a variety of ways to say that someone must or must not do something. We'll learn how all these phrases come down to the same core idea, and how they vary based on formality.

Tata Bahasa dalam Panduan Ini

Mulai Belajar
  • てはいけない

    Tidak boleh, Jangan

  • てはいけない dipakai dalam bahasa Jepang untuk menyatakan bahwa (A) 'tidak boleh' atau 'jangan'. Pola ini terbentuk dari kata kerja dalam bentuk て, diikuti partikel , dan bentuk negatif dari bentuk kemungkinan kata kerja () (pergi) dan secara harfiah berasal dari bentuk negatif kata kerja kemungkinan 行ける (bisa pergi). Namun, maknanya dalam pola ini sudah bergeser, dan sekarang dipakai untuk menyatakan larangan atau ketidakbolehan.

    Meskipun partikel sering kali dihilangkan dalam berbagai pola atau ungkapan, pada pola tata bahasa ini biasanya tetap dipakai. Hal ini karena tanpa , いけない akan dianggap sebagai tindakan kedua dalam rangkaian peristiwa (fungsi umum dari bentuk て). Namun, dalam percakapan santai, sering disingkat menjadi ちゃ (ては menjadi ちゃ) atau じゃ (では menjadi じゃ), karena lebih alami diucapkan dalam percakapan.

    Perhatian

    Selain いけない, ならない dan だめ juga sering dipakai untuk menyampaikan makna yang sama. Namun, masing-masing dipakai dalam situasi yang berbeda.

    いけない - Cukup netral. Umumnya dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun bahasa tulisan.

    ならない - Cukup formal. Umumnya dipakai dalam bahasa tulisan.

    だめ - Sangat santai (tidak formal). Hampir hanya dipakai dalam percakapan sehari-hari.

    N5 Tata Bahasa

  • なくてはいけない

    Harus, Wajib

  • なくてはいけない sekilas terlihat mirip dengan てはいけない, karena keduanya menggunakan て dan は. Namun, kemiripannya hanya sampai di situ. なくてはいけない sebenarnya adalah contoh dari bentuk negatif ganda dalam bahasa Jepang, dan justru memiliki arti '(A) harus dilakukan' atau 'harus melakukan (A)'.

    Meskipun pola tata bahasa ini biasanya diterjemahkan sebagai 'harus melakukan (A)', arti harfiahnya sebenarnya adalah 'tidak boleh untuk tidak melakukan (A)'. Dua lapis 'tidak' inilah yang sering membuat bingung banyak pelajar. いけない secara harfiah berasal dari bentuk negatif potensial kata kerja 行く (pergi), yang berarti 'tidak bisa pergi'.

    Bentuk tata bahasa ini dibuat dengan mengubah kata kerja ke bentuk negatif, lalu mengganti ない menjadi なく (yaitu bentuk penghubung dari kata sifat-い), kemudian menambahkan . Setelah itu, tambahkan lagi , dan terakhir いけない.

    いけない dianggap sebagai struktur yang paling umum dipakai dalam pola tata bahasa 'harus' maupun 'tidak boleh', dan terdengar alami baik dalam percakapan maupun tulisan Jepang. Sebagai alternatif, ならない bisa dipakai dalam situasi formal dan lebih cocok untuk bahasa tulis. だめ juga bisa dipakai, tapi jauh lebih santai dibanding いけない maupun ならない.

    Perhatian

    Dalam bentuk なくては, bagian ては sering disingkat menjadi ちゃ karena lebih mudah diucapkan. Bentuk なくちゃ ini kemudian dapat diikuti oleh いけない, atau いけない-nya juga bisa dihilangkan tanpa mengubah makna.

    Dalam bahasa Indonesia, bentuk kasual ini mirip dengan kata seperti 'mesti' atau 'harus banget' yang sering dipakai dalam obrolan sehari-hari.

    N5 Tata Bahasa

  • なくてはならない

    Harus, Wajib

  • なくてはならない sekilas terlihat mirip dengan てはならない, karena keduanya menggunakan て dan は. Namun, kemiripannya hanya sampai di situ. なくてはならない sebenarnya adalah contoh dari bentuk negatif ganda dalam bahasa Jepang, dan justru memiliki arti '(A) harus dilakukan' atau 'harus melakukan (A)'.

    Meskipun pola tata bahasa ini biasanya diterjemahkan sebagai 'harus melakukan (A)', arti harfiahnya sebenarnya adalah 'tidak boleh untuk tidak melakukan (A)'. Dua lapis 'tidak' inilah yang sering membingungkan banyak pelajar. ならない sendiri secara harfiah berarti 'tidak boleh terjadi' atau 'tidak dapatdibiarkan terjadi', dan berasal dari bentuk negatif kata kerja なる (menjadi).

    Bentuk tata bahasa ini dibuat dengan mengubah kata kerja ke bentuk negatif, lalu mengganti ない menjadi なく (yaitu bentuk penghubung dari kata sifat-い), kemudian menambahkan . Setelah itu, tambahkan lagi , dan terakhir ならない.

    ならない dianggap sebagai bentuk yang paling formal di antara ならない, いけない, dan だめ. Biasanya dipakai dalam tulisan formal, atau dalam percakapan yang bersifat semi-formal hingga formal. いけない (bentuk yang paling umum) dan だめ (bentuk yang paling santai) juga dapat dipakai dalam berbagai situasi.

    Perhatian

    Bagian ては pada なくては sering disingkat menjadi ちゃ karena lebih mudah diucapkan. Bentuk なくちゃ ini bisa saja diikuti oleh ならない. Namun, karena ならない tergolong cukup formal, pasangan なくちゃならない sebenarnya jarang dipakai. Jauh lebih umum melihat なくちゃ dipasangkan dengan いけない atau だめ.

    Dalam bahasa Indonesia, bentuk kasual ini mirip dengan kata seperti 'mesti' atau 'harus banget' yang sering dipakai dalam obrolan sehari-hari.

    N5 Tata Bahasa

  • なくちゃ・なきゃ

    Harus, Wajib

  • なくちゃ (singkatan dari なくては) dan なきゃ (singkatan dari なければ) adalah bentuk singkatan santai yang paling umum dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu 'harus' dilakukan.

    Seperti pola てはいけない (tidak boleh), なくてはいけない (harus), dan なくてはならない (harus), bentuk singkatan ini sebenarnya dapat diikuti oleh いけない, ならない, atau だめ. Namun, bagian akhirnya sering dihilangkan dalam percakapan sehari-hari, tanpa mengubah makna.

    Konstruksi seperti ini termasuk dalam bahasa percakapan (percakapan sehari-hari). Dalam bahasa Indonesia, bentuk kasual ini mirip dengan kata seperti 'mesti' atau 'harus banget' yang sering dipakai dalam obrolan sehari-hari.

    Dalam contoh-contoh berikut, berbagai bentuk dipakai secara alami. Tidak ada satu bentuk pun yang bisa disebut paling 'alami', karena pilihan bentuk biasanya bergantung pada kebiasaan masing-masing pembicara.

    Seperti pada struktur tata bahasa lainnya, variasi yang paling pendek (yang tidak menyertakan いけない, dan sebagainya) umumnya terdengar paling santai, dan paling sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.

    Ada juga beberapa variasi lain dari bentuk singkatan ini, yang bisa berbeda tergantung pada daerah, atau bahkan preferensi pribadi seorang pembicara. Salah satu contohnya adalah なけりゃ, yang merupakan bentuk (sangat) santai dari なければ.

    Pada contoh ini, kita bisa melihat bahwa beberapa variasi bentuk yang kurang umum terkadang dipakai secara khas oleh jenis kelamin tertentu. なけりゃ sendiri cenderung dipakai oleh pembicara laki-laki, dan terasa sedikit lebih kasar dibandingkan なきゃ atau なくちゃ, yang bisa dipakai oleh siapa pun.

    N5 Tata Bahasa

Detail


This particular group of phrases is initially hard to memorize, as they can be rather long. Let's check the core logic of these phrases and compare them.

No Can Do

For these phrases meaning 'must not', the core logic is always ては (shortened to ちゃ in fast, casual speech) followed by a word which means 'no good'. The literal meaning is similar to 'doing (A) is no good'.

Of the words that follow, ならない is the most formal, objective sounding option. Literally it means 'doesn't become' but is synonymous with 'no good' here. It tends to be used for rules or facts of nature.

いけない is the most neutral option, acting as a fixed phrase meaning 'no good' and used in both speech and writing. It sounds more subjective than ならない does.

だめ is the most casual of these three options, and is even used as a word to scold someone or say something is 'wrong' or 'no good' on its own.

Must I?

For the phrases in this Topic meaning 'must', the core logic is much the same as the 'must not' phrases, but they use the negative form of the verb in question. As mentioned on the grammar pages, this makes a double negative with a literal meaning similar to 'not doing (A) is no good'.

The logic of ては becoming ちゃ and the three options for expressing 'no good' is exactly the same here. One major difference is that we also are able to omit the final 'no good' word and maintain the meaning. This is most common in speech.

We can see some options from most to least formal below.

A Bit Needy

When listed, it can seem like there are a dizzying amount of phrases for 'must' and, to a lesser extent, 'must not'. Unbelievably, there are actually even more than this! We'll learn these in N4, and even in N2 we'll still come across new alternatives.

Although this particular set of phrases can feel intimidating, they are actually not so bad once you are used to them. In all cases, the core logic is exactly the same. We take a negative condition ('If I don't do (A)...') and pair it with a negative result ('...it is unacceptable'). Mastering this double-negative concept now will pay dividends later.

We can see how this logic applies to these N4 phrases below.

Or how the logic applies to this archaic sounding N2 version.

Or how the logic even applies to dialects, like this Kansai-ben (Kobe-Osaka-Kyoto region dialect) phrase.

Rules for Camping


動物(どうぶつ)()ってはいけません。

・お(かね)()したり()りたりしてはいけません。

・みんなで使(つか)(もの)()ってはいけません。

・キッチンは毎日(まいにち)掃除(そうじ)をしなくてはなりません。

(たか)(もの)(たか)時計(じかん)(かばん)、パソコン…)を()(ひと)は、先生(せんせい)(おし)えてください。

(いっ)(かい)(ひと)(いっ)(かい)のトイレを、()(かい)(ひと)()(かい)のトイレを使(つか)ってください。

玄関(げんかん)22(にじゅうに)()()まります。

部屋(へや)のカギは一人(ひとり)(ひと)(わた)します。

先生(せんせい):「質問(しつもん)がある(ひと)はいますか?」

生徒(せいと):「(よる)(おそ)(かえ)らなくちゃいけないのは(むずか)しいです。」

先生(せんせい):「毎日(まいにち)(はち)()から、(なつ)20(にじゅう)()まで授業(じゅぎょう)があるから、()かける時間(じかん)はないと(おも)う。」

生徒(せいと):「洗濯(せんたく)をする(ところ)はどこにありますか?」

先生(せいと):「洗濯(せんたく)(そと)でするんだ。()こうにある(おお)きい()()かるか?そこでお(ねが)い!」

生徒(せいと):「えー(そと)()かなくちゃいけないの?」

先生(せんせい):「そうだ。よろしく!」