Understand Japanese sentence construction in more depth

Predicate Power


In this Topic, we're going to learn more about how adjectives are used at the end of sentences, which will help us deepen our understanding of Japanese sentence structure. We have actually already seen this many times, but haven't yet described it in detail. So let's do that now!

Tata Bahasa dalam Panduan Ini

Mulai Belajar

    Kata Sifat-い (Predikat)

    Kata Sifat-い (Predikat)

    Dalam bahasa Jepang, predikat adalah kata yang menjelaskan topik atau subjek dalam sebuah kalimat. Sebagai predikat, kata sifat-い bisa berdiri sendiri (kalau kata benda yang dijelaskan tidak perlu disebutkan), atau dipakai di akhir kalimat.

    Ketika tidak ada kata lain selain kata sifat itu sendiri, penggunaannya mirip dengan 'Ini lucu', atau 'Ini panas', dan ungkapan serupa dalam bahasa Indonesia. Kita perlu menebak apa yang dimaksud dengan 'ini' berdasarkan konteksnya.

    Dalam banyak kalimat, baik は maupun が dapat dipakai untuk menandai kata yang sedang dijelaskan oleh predikat. Namun, mana yang terdengar lebih alami akan tergantung pada banyak hal. Secara umum, kalau kamu ingin menekankan bahwa sesuatu itu berbeda dari hal lain dalam kategori yang sama, maka が yang biasanya dipakai.

    Dalam contoh ini, が dipakai untuk menunjukkan bahwa bak mandi ini 'khususnya' punya tingkat panas yang berbeda dari yang lain (mungkin sistem airnya rusak dan hanya mengeluarkan air mendidih). Kalau pakai は kalimatnya akan terdengar aneh atau tidak alami, karena itu seolah menggambarkan kondisi 'normal' bak mandi, padahal justru yang ingin ditekankan di sini adalah kondisi uniknya.

    Fakta Menarik

    Semua kata sifat-い berasal dari kosakata asli bahasa Jepang, bukan kata serapan dari bahasa asing atau dari bahasa Cina seperti banyak kata sifat-な.

    Kata Sifat-な + だ

    Kata Sifat-な (Predikat)

    Dalam bahasa Jepang, predikat adalah kata yang menjelaskan topik atau subjek dalam sebuah kalimat. Sebagai predikat, kata sifat-な bisa berdiri sendiri (kalau kata benda yang dijelaskan tidak perlu disebutkan), atau dipakai di akhir kalimat.

    Penting untuk diingat bahwa semua kata sifat-な juga dapat berfungsi sebagai kata benda. Karena itu, saat dipakai sebagai predikat, kata-kata ini sering terdengar lebih seperti kata benda daripada kata sifat.

    Ketika tidak ada kata lain selain kata sifat itu sendiri, kalimatnya akan terasa seperti ungkapan dalam bahasa Indonesia, misalnya 'Itu cantik' atau 'Itu dibenci'. Kita hanya bisa menebak apa yang dimaksud dengan 'itu' dari konteks pembicaraan.

    Perhatian

    Tidak seperti kata sifat-い, kata sifat-な bisa berubah bentuk tergantung posisinya dalam kalimat. Kalau muncul di akhir kalimat, mereka biasanya diikuti oleh だ, atau です (kecuali dalam percakapan santai, di mana だ sering dihilangkan). Tapi kalau dipakai sebelum kata benda yang mereka jelaskan, mereka harus diikuti oleh な. Oleh karena itulah mereka disebut kata sifat-な.

    Dalam banyak kalimat, baik は maupun が bisa dipakai untuk menandai hal atau bagian kalimat yang dideskripsikan oleh predikat. Tapi, mana yang terdengar lebih alami sangat bergantung pada konteks. Secara umum, kalau kamu ingin menekankan bahwa sesuatu itu berbeda dari hal-hal lain dalam kategori yang sama, が biasanya yang dipakai.

    Dalam contoh ini, が dipakai untuk menekankan bahwa stasiun 'ini' punya tingkat kebersihan yang berbeda dari stasiun-stasiun lainnya. Karena konteksnya sedang menyoroti sesuatu yang tidak biasa, は akan terdengar kurang pas atau tidak alami kalau dipakai dalam jenis kalimat seperti ini.

    Fakta Menarik

    Kebanyakan kata sifat-な berasal dari kata serapan, yaitu kata-kata yang diambil dari bahasa lain dan disesuaikan. Banyak yang berasal dari bahasa Tionghoa dan bahasa Inggris. Karena itu, kata sifat-な sering juga berperilaku seperti kata benda, dan membutuhkan だ atau です jika muncul di akhir kalimat.

Detail


As we're learning about Japanese sentence structure, let's look at the three main Japanese predicates.

What Does It Mean To Be Anyway?

The first type of predicate is made using a noun or a な-Adjective (which are grammatically very similar to nouns). Notice how だ or です is needed? By now we also know that they can be dropped in casual conversation. However, the reason this is considered 'wrong' in contexts where 'proper' Japanese is required is because it drops the part that tells us that these things 'are' something!

The second type of predicate is a verb. We simply end the sentence with a verb. Nice and easy!

And the third type of predicate is an い-Adjective. Unlike nouns, they do not need だ or です to imply that something 'exists' or 'is'. This is why adding です to show politeness was historically seen as grammatically questionable, although it has come to be the standard in contemporary polite speech.

Simplify!

Importantly, although these three possible predicates can be at the end of longer sentences, technically everything except the predicate is 'extra'. We can remove it all and still have a grammatically complete sentence!

This highlights that in a normal Japanese sentence, whatever comes at the end will be the most important thing. It will be the main point that the person wants to convey, with the rest being extra clarifying information or context.

The Autumn Festival


    --:--

    さき:「何(なに)を食(た)べる?焼(や)きそばの匂(にお)いだ!」

    あつこ:「いいね!焼(や)きさばもあるよ。私(わたし)、焼(や)きさばを買(か)う!」

    さき:「私(わたし)はみそしるも買(か)いに行(い)くね!」

    あつこ:「じゃあ私(わたし)あそこで待(ま)っているね!」

    あつこ:「さき、早(はや)い!ありがとう!」

    さき:「私(わたし)たちのお皿(さら)、全部(ぜんぶ)茶色(ちゃいろ)い!」

    あつこ:「本当(ほんとう)だ!さばも焼(や)きそばも冷(つめ)たいけど、みそしるは温(あたた)かい。」

    さき:「そうだね。私(わたし)たち、食(た)べるのが遅(おそ)かったね。残念(ざんねん)。」

    あつこ:「でも美味(おい)しいよ!夜(よる)は涼(すず)しいな〜。」

    さき:「私(わたし)、あつこに話(はなし)があるんだ。」

    あつこ:「何(なに)?何(なに)?」

    さき:「明日(あした)彼氏(かれし)と別(わか)れる。」

    あつこ:「あの優(やさ)しい彼氏(かれし)?」

    さき:「そう。彼(かれ)は素敵(すてき)だけど…。」

    あつこ:「わかった!ここは賑(にぎ)やかだから、静(しず)かなカフェで話(はなし)を聞(き)く!」

    さき:「ありがとう。」