Mempelajari cara mengatakan 'tetapi' untuk menggabungkan dan membandingkan kalimat

Iya, Tapi...


Dalam Panduan ini, kita akan mempelajari dua cara untuk mengatakan 'tetapi' menggunakan partikel penghubung けど dan が. Dengan kedua kata ini, kita dapat memperluas cara kita mengungkapkan sesuatu dan membuat pernyataan yang lebih bernuansa.

Tata Bahasa dalam Panduan Ini

Mulai Belajar

    けど・だけど

    Tapi, Tetapi, Namun

    けど adalah salah satu partikel yang paling sering kamu temui di percakapan sehari-hari, yang dipakai untuk menghubungkan dua bagian kalimat yang saling bertentangan atau kontras. Fungsinya mirip dengan , yaitu menyampaikan sesuatu seperti: 'meskipun (A), lalu (B)' atau 'kalau dipikir (A), tapi ternyata (B)'. Dalam bahasa Indonesia, けど biasanya berarti 'tapi' atau 'namun', dan sering kali diterjemahkan sebagai 'but' dalam bahasa Inggris.

    Seperti yang terlihat di contoh-contoh ini, saat けど dipakai setelah kata benda atau kata sifat-な, perlu ditambahkan terlebih dahulu, sama seperti banyak pola tata bahasa lainnya.

    けど adalah bentuk modern (bentuk kasual) dari けれども. Berikut ini urutan variasinya, dari yang paling kasual sampai yang paling formal.

    Kasual - けど - けども - けれど - けれども - - Formal.

    Perhatian

    Walaupun けど sering diterjemahkan sebagai “tapi”, sebenarnya partikel ini menunjukkan bahwa masih ada informasi tambahan yang belum disebutkan. Karena itu, けど sering dipakai untuk memberi konteks, menyampaikan sesuatu dengan lebih lembut, atau membuat permintaan jadi lebih sopan.

    Sering juga, bagian setelah けど sengaja tidak diucapkan, misalnya kalau sudah jelas dari konteks, atau saat pembicara tidak ingin menyampaikannya secara langsung.

    Tapi, Tetapi, Namun

    Partikel dalam bahasa Jepang punya beberapa fungsi, tapi semua fungsinya punya benang merah yang sama, yaitu 'menyoroti bagian (A), lalu memberikan tambahan informasi di bagian (B)'. Dalam penggunaan ini, sering diterjemahkan sebagai 'tapi' atau 'namun' dalam bahasa Indonesia.

    Dalam pola ini, bisa langsung dipakai setelah kata kerja atau kata sifat-い. Tapi kalau dipakai setelah kata benda atau kata sifat-な, perlu ditambahkan bentuk atau です sebelum .

    Dari contoh-contoh ini, kita bisa lihat kalau dipakai untuk menyoroti bahwa '(A) memang benar atau penting, tapi ada info tambahan di (B) yang ingin disampaikan'. dengan arti 'tetapi' terdengar cukup formal, karena menunjukkan kontras dengan cara yang lebih langsung dan sopan.

    Perhatian

    Kadang-kadang, sebuah kalimat bisa diakhiri dengan . Dalam situasi seperti ini, artinya sebenarnya masih ada informasi tambahan, tapi karena sudah jelas dari konteks, bagian akhirnya tidak perlu diucapkan lagi.

Detail


Perbedaan antara けど dan が mungkin terlihat kecil jika dilihat dari terjemahannya, tetapi keduanya umumnya digunakan dalam situasi yang cukup berbeda. Mari kita lihat beberapa contoh dengan lebih dekat.

Sudah Terdengar Jelas?

Cara seseorang berbicara dalam bahasa Jepang (dan bahasa apa pun) dapat cukup banyak berubah tergantung pada konteksnya. Kita dapat menyebut cara seseorang berbicara berdasarkan konteks, tingkat kesopanan, dan sebagainya sebagai 'ragam bahasa' atau register.

Untuk memahami gagasan ini, kita perlu membedakan 'bahasa sopan' dari 'bahasa formal'. Bahasa Jepang menandai kesopanan secara gramatikal menggunakan です dan ます. Sementara itu, formalitas tidak ditandai secara gramatikal. Formalitas berkaitan dengan pilihan kata yang terdengar lebih resmi dan digunakan dalam situasi yang kaku (seperti berita, wawancara, makalah akademis, dan sebagainya).

Karena itu, bahasa Jepang dapat merupakan gabungan dari sopan atau tidak sopan (standar), serta formal atau informal (yang terkadang dapat dianggap 'kasual' atau 'percakapan'). Tentu saja, ada wilayah yang abu-abu dan tingkat nuansa lain di luar kedua hal ini. Namun, secara umum, pembagian ini cukup membantu.

Kita dapat menggunakan poin tata bahasa yang baru saja kita pelajari untuk membantu menggambarkan perbedaan ini. けど cenderung digunakan dalam bahasa yang kurang formal, sedangkan が cenderung digunakan dalam bahasa yang lebih formal.

Kombinasi 'standar dan formal' paling sering ditemukan dalam bahasa tulisan dan cenderung menggunakan kosakata serta tata bahasa yang lebih tingkat lanjut, jadi kita tidak akan banyak menemukannya sampai berada di tingkat yang lebih tinggi. Namun, tiga kombinasi lainnya mencakup sebagian besar bahasa lisan.

Kehidupan yang Tenang


    --:--

    なつこ:「北海道(ほっかいどう)(たの)しい?」

    たろう:「うん。(たの)しいよ。この(いえ)(ふる)いけどきれいだろう?」

    なつこ:「そうだね!台所(だいどころ)(あたら)しいね!いいね!」

    たろう:「そう!(えき)(とお)いから不便(ふべん)だけど、近所(きんじょ)にスーパーもコンビニあるから便利(べんり)だよ。」

    なつこ:「いいね!昨日(きのう)喫茶店(きっさてん)()ったよね。そこも(ちか)いよね!(みせ)(ひと)(やさ)しかった。」

    たろう:「でしょう年寄(としよ)りが(おお)(まち)だけどみんな(やさ)しいんだ。」

    なつこ:「田舎(いなか)もいいね!」

    たろう:「そう。大阪(おおさか)(たの)しかったけど、(ぼく)北海道(ほっかいどう)田舎(いなか)()き。」

    なつこ:「太郎(たろう)Tシャツだけど(さむ)くないの?」

    たろう:「まあ、大丈夫(だいじょうぶ)だよ!」

    なつこ:「(わたし)(さむ)いよ・・・。(さむ)いのが(きら)いだから(わたし)大阪(おおさか)がいいな・・・。」