Panduan N5
P5: Iya, Tapi...
Mempelajari cara mengatakan 'tetapi' untuk menggabungkan dan membandingkan kalimat
Iya, Tapi...
Dalam Panduan ini, kita akan mempelajari dua cara untuk mengatakan 'tetapi' menggunakan partikel penghubung けど dan が. Dengan kedua kata ini, kita dapat memperluas cara kita mengungkapkan sesuatu dan membuat pernyataan yang lebih bernuansa.
Tata Bahasa dalam Panduan Ini
けど・だけど
Tapi, Tetapi, Namun
けど adalah salah satu partikel yang paling sering kamu temui di percakapan sehari-hari, yang dipakai untuk menghubungkan dua bagian kalimat yang saling bertentangan atau kontras. Fungsinya mirip dengan が, yaitu menyampaikan sesuatu seperti: 'meskipun (A), lalu (B)' atau 'kalau dipikir (A), tapi ternyata (B)'. Dalam bahasa Indonesia, けど biasanya berarti 'tapi' atau 'namun', dan sering kali diterjemahkan sebagai 'but' dalam bahasa Inggris.
Seperti yang terlihat di contoh-contoh ini, saat けど dipakai setelah kata benda atau kata sifat-な, perlu ditambahkan だ terlebih dahulu, sama seperti banyak pola tata bahasa lainnya.
けど adalah bentuk modern (bentuk kasual) dari けれども. Berikut ini urutan variasinya, dari yang paling kasual sampai yang paling formal.
Kasual - けど - けども - けれど - けれども - が - Formal.
Perhatian
Walaupun けど sering diterjemahkan sebagai “tapi”, sebenarnya partikel ini menunjukkan bahwa masih ada informasi tambahan yang belum disebutkan. Karena itu, けど sering dipakai untuk memberi konteks, menyampaikan sesuatu dengan lebih lembut, atau membuat permintaan jadi lebih sopan.
Sering juga, bagian setelah けど sengaja tidak diucapkan, misalnya kalau sudah jelas dari konteks, atau saat pembicara tidak ingin menyampaikannya secara langsung.
が
Tapi, Tetapi, Namun
Partikel が dalam bahasa Jepang punya beberapa fungsi, tapi semua fungsinya punya benang merah yang sama, yaitu 'menyoroti bagian (A), lalu memberikan tambahan informasi di bagian (B)'. Dalam penggunaan ini, が sering diterjemahkan sebagai 'tapi' atau 'namun' dalam bahasa Indonesia.
Dalam pola ini, が bisa langsung dipakai setelah kata kerja atau kata sifat-い. Tapi kalau dipakai setelah kata benda atau kata sifat-な, perlu ditambahkan bentuk だ atau です sebelum が.
Dari contoh-contoh ini, kita bisa lihat kalau が dipakai untuk menyoroti bahwa '(A) memang benar atau penting, tapi ada info tambahan di (B) yang ingin disampaikan'. が dengan arti 'tetapi' terdengar cukup formal, karena menunjukkan kontras dengan cara yang lebih langsung dan sopan.
Perhatian
Kadang-kadang, sebuah kalimat bisa diakhiri dengan が. Dalam situasi seperti ini, artinya sebenarnya masih ada informasi tambahan, tapi karena sudah jelas dari konteks, bagian akhirnya tidak perlu diucapkan lagi.
Detail
Perbedaan antara けど dan が mungkin terlihat kecil jika dilihat dari terjemahannya, tetapi keduanya umumnya digunakan dalam situasi yang cukup berbeda. Mari kita lihat beberapa contoh dengan lebih dekat.
Sudah Terdengar Jelas?
Cara seseorang berbicara dalam bahasa Jepang (dan bahasa apa pun) dapat cukup banyak berubah tergantung pada konteksnya. Kita dapat menyebut cara seseorang berbicara berdasarkan konteks, tingkat kesopanan, dan sebagainya sebagai 'ragam bahasa' atau register.
Untuk memahami gagasan ini, kita perlu membedakan 'bahasa sopan' dari 'bahasa formal'. Bahasa Jepang menandai kesopanan secara gramatikal menggunakan です dan ます. Sementara itu, formalitas tidak ditandai secara gramatikal. Formalitas berkaitan dengan pilihan kata yang terdengar lebih resmi dan digunakan dalam situasi yang kaku (seperti berita, wawancara, makalah akademis, dan sebagainya).
Karena itu, bahasa Jepang dapat merupakan gabungan dari sopan atau tidak sopan (standar), serta formal atau informal (yang terkadang dapat dianggap 'kasual' atau 'percakapan'). Tentu saja, ada wilayah yang abu-abu dan tingkat nuansa lain di luar kedua hal ini. Namun, secara umum, pembagian ini cukup membantu.
Kita dapat menggunakan poin tata bahasa yang baru saja kita pelajari untuk membantu menggambarkan perbedaan ini. けど cenderung digunakan dalam bahasa yang kurang formal, sedangkan が cenderung digunakan dalam bahasa yang lebih formal.
Kombinasi 'standar dan formal' paling sering ditemukan dalam bahasa tulisan dan cenderung menggunakan kosakata serta tata bahasa yang lebih tingkat lanjut, jadi kita tidak akan banyak menemukannya sampai berada di tingkat yang lebih tinggi. Namun, tiga kombinasi lainnya mencakup sebagian besar bahasa lisan.
Kehidupan yang Tenang
--:--
なつこ:「北海道は楽しい?」
たろう:「うん。楽しいよ。この家も古いけどきれいだろう?」
なつこ:「そうだね!台所も新しいね!いいね!」
たろう:「そう!駅が遠いから不便だけど、近所にスーパーもコンビニもあるから便利だよ。」
なつこ:「いいね!昨日喫茶店に行ったよね。そこも近いよね!店の人も優しかった。」
たろう:「でしょう?年寄りが多い町だけどみんな優しいんだ。」
なつこ:「田舎もいいね!」
たろう:「そう。大阪も楽しかったけど、僕は北海道の田舎が好き。」
なつこ:「太郎、Tシャツだけど寒くないの?」
たろう:「まあ、大丈夫だよ!」
なつこ:「私は寒いよ・・・。寒いのが嫌いだから私は大阪がいいな・・・。」