Smooth Operator


In this Topic, we’re going to learn how to set the scene, give examples, and smoothly express our needs. In N5, we learned how to make basic, blunt sentences with some essential natural flourishes, such as sentence ending particles. In N4, we are expanding not just what we can express but how we can express ourselves. In the Topics for Lesson 8, we will focus on greasing the wheels of conversation to make things sound much smoother.

In this Topic specifically, we will learn how to use たら to set up a situation, and how to use 他(ほか)に and 例(たと)えば as conversational signposts. We will also learn how to control our intensity with そんなに, and how to express necessity with 必要(ひつよう).

In the Details section, we will focus on bringing these things together, to make smooth, natural Japanese.

Tata Bahasa dalam Panduan Ini

Mulai Belajar

    たら

    Jika, Ketika, Setelah

    Partikel konjungtif たら digunakan sebagai bentuk peralihan antara makna 'jika' dan 'ketika' dalam bahasa Jepang. Pola ini menekankan bahwa suatu tindakan (A) telah selesai, lalu diikuti oleh tindakan (B) yang dipandang sebagai hasil dari (A). Penggunaan ini dapat bersifat hipotetis, atau menunjukkan hasil satu kali dari kejadian di masa lalu.

    Dalam bahasa Indonesia, fungsi たら dalam banyak konteks sering terdengar paling alami jika diterjemahkan dengan 'kalau', karena kata ini dapat mencakup nuansa kondisional sekaligus temporal, tanpa menekankan kepastian maupun sekadar kemungkinan.

    Untuk menggunakan たら, bentuk ini menggantikan た pada bentuk lampau sederhana dari kata kerja, kata sifat-い, kata sifat-な, dan kata benda.

    Perhatian

    Meskipun bentuknya menyerupai bentuk lampau dari kata yang dilekatinya, たら sendiri tidak secara otomatis menyatakan makna 'masa lalu'. Untuk menentukannya, perlu dilihat unsur lain dalam kalimat apakah たら merujuk pada kejadian lampau, atau hanya menandai penyelesaian suatu tindakan (yang bisa saja terjadi di masa depan).

    Fakta Menarik

    Walaupun たら sering diterjemahkan sebagai 'jika', dalam praktiknya pola ini hampir selalu mengandung nuansa 'ketika'. Hal ini karena たら menyoroti dua hal berikut:

    Penyelesaian: 完了(かんりょう) - selesainya (A).

    Terwujudnya: 成立(せいりつ) - terealisasinya (A).

    Fokus ini berbeda dengan pola 'jika' yang lain seperti ば dan なら, yang lebih menekankan kondisi hipotetis.

    ほかに(も)・ほか(に)は

    Lainnya, Lain, Yang lain, Apa pun yang lain, Juga, Selain itu, Sebagai tambahan

    他(ほか)に adalah salah satu struktur yang sering dianggap sulit karena variasi penggunaannya dalam kalimat. Secara dasar, 他(ほか) berarti 'lain' atau 'yang lain', sementara に menandai 'hal lain' tersebut sebagai sasaran dari informasi yang disampaikan setelahnya.

    Bergantung pada partikel yang menyertainya, 他(ほか)に dapat digunakan dengan beberapa nuansa berikut:

    他(ほか)に - Menyatakan adanya hal lain.

    他(ほか)に(も) - Menambahkan kemungkinan adanya hal lain, dengan nuansa tambahan yang lebih lemah atau kurang pasti.

    他(ほか)に(は) - Menyoroti apakah masih ada hal lain, biasanya dengan asumsi bahwa sesuatu sudah ada sebelumnya dan mungkin terlupakan.

    他(ほか)の + kata benda digunakan untuk menunjukkan 'hal tertentu yang lain'.

    他(ほか)に(は) dapat digunakan dalam kalimat positif maupun negatif, tetapi bentuk ini lebih sering muncul dalam kalimat negatif.

    Perhatian

    Karena 他(ほか)に(も) menekankan makna 'penambahan' hal lain, pola ini tidak dapat digunakan dalam kalimat negatif, kecuali dalam bentuk pertanyaan.

    Bentuk ini dapat diterima dalam pertanyaan, tetapi tidak dalam pernyataan, karena pertanyaan negatif dalam bahasa Jepang dapat membawa nuansa konfirmasi seperti 'bukan?'. Contohnya sebagai berikut:

    この他(ほか)にもない - Selain ini, juga tidak ada apa-apa (terdengar tidak alami dalam bahasa Indonesia).

    その他(ほか)にもないか - Selain itu, apakah tidak ada yang lain? (terdengar alami dalam bahasa Indonesia).

    がひつよう

    Perlu, Diperlukan

    が必要(ひつよう) adalah ungkapan umum dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu 'diperlukan' atau 'dibutuhkan'. Pola ini hanya digunakan dengan kata benda, sehingga jika ingin menyatakan kebutuhan terhadap suatu tindakan, kata kerja perlu diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk kata benda.

    Dalam percakapan santai, partikel が atau kopula だ terkadang dihilangkan. Namun, penggunaan が tetap disarankan agar jelas apa yang dianggap 'perlu' dalam kalimat tersebut.

    そんなに

    Sebegitu, Begitu, Sampai sejauh itu

    そんなに, seperti そんな, merupakan salah satu cara yang sangat umum dalam bahasa Jepang untuk menyatakan tingkat atau sejauh mana sesuatu dianggap 'seperti itu'. Penambahan partikel に berfungsi menandai tingkat tersebut. Dalam bahasa Indonesia, konstruksi ini sering diterjemahkan sebagai 'sebanyak itu', 'sebegitu', 'seperti itu', dan dalam konteks tertentu juga dapat terdengar sebagai 'sampai segitunya'.

    そんなに digunakan untuk menerangkan tingkat atau sejauh mana suatu keadaan, sehingga dapat muncul sebelum kata kerja, kata sifat-い, maupun kata sifat-な.

    Secara makna, kalimat yang menggunakan そんなに dapat dipahami sebagai menyatakan 'sampai tingkat seperti (A)', dengan (A) merujuk pada kata yang mengikutinya. Partikel に menandai sejauh mana tingkat tersebut.

    Karena そんなに termasuk dalam kelompok こそあど言葉(ことば) (seperti これ, それ, あれ, dan どれ), bentuk serupa seperti こんなに, あんなに, dan どんなに juga dapat digunakan.

    Meskipun demikian, そんなに sering dianggap sebagai ungkapan yang hampir bersifat tetap, sehingga paling umum digunakan di antara variasi tersebut (kecuali どんなに, yang sering dipakai untuk memberi penekanan saat menjelaskan alasan atau batas suatu hal).

    ひつようがある

    Perlu untuk

    Seperti が必要(ひつよう), 必要(ひつよう)がある digunakan untuk menyatakan adanya 'kebutuhan' atau 'keperluan'. Perbedaan utamanya adalah bahwa 必要(ひつよう)がある digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan perlu dilakukan, dan pola ini digunakan langsung dengan kata kerja tanpa perlu mengubahnya menjadi kata benda.

    Untuk menggunakan 必要(ひつよう)がある, pola ini cukup ditempatkan setelah bentuk dasar kata kerja yang ingin dinyatakan sebagai sesuatu yang perlu dilakukan.

    Struktur ini pada dasarnya merupakan gabungan dari kata kerja yang memodifikasi 必要(ひつよう), partikel が, dan kata kerja ある. Dengan kata lain, pola ini menyatakan bahwa 'kebutuhan untuk melakukan (A) itu ada'.

    Pola tata bahasa ini juga dapat digunakan dalam bentuk negatif untuk menyatakan bahwa tidak ada kebutuhan untuk melakukan (A), atau bahwa melakukan (A) tidak diperlukan.

    たとえば

    Misalnya

    たとえば (atau dalam bentuk kanji 例(たと)えば) adalah kata keterangan dalam bahasa Jepang yang digunakan di awal kalimat atau pernyataan untuk menyajikan sebuah contoh. Ungkapan ini dapat diterjemahkan secara langsung sebagai 'misalnya'.

    Fakta Menarik

    例(たと)えば digunakan untuk memperkenalkan sebuah contoh. Panjang atau kerumitan contoh tersebut tidak memengaruhi penggunaan ungkapan ini. Jika ingin menjelaskan sesuatu secara lebih rinci atau mendalam, kata keterangan seperti 詳(くわ)しく atau pola seperti 詳(くわ)しく言(い)うと dapat ditambahkan untuk menekankan bahwa penjelasan berikutnya akan bersifat detail.

Detail


This Topic covers a smattering of useful conversational tools, so let’s think about how we can apply them in natural conversation.

Flow Rider

When we’re speaking Japanese, we don’t want to just blast out simple sentences. We want to join our thoughts together so that there is a logical flow to what we are saying. With 他(ほか)に, 例(たと)えば, and そんなに we can do this. In fact, a lot of the grammar we will learn from N4 onwards is about having finer control over the flow of conversation and how we express ourselves.

The Scene is Set

As mentioned in the grammar explanation, たら is often translated to ‘if’, but it frequently will have a meaning closer to ‘when’. As such, it is extremely useful for connecting thoughts in a more complicated way than the basic て form.

We will revisit たら in more detail in another Topic coming up in Lesson 8. It is an extremely common and useful pattern which we’ll see frequently as we continue learning Japanese!

The Mother of All Invention

We have just learned two ways to talk about ‘needs’. We have が必要(ひつよう) with nouns and 必要(ひつよう)がある with verbs. But, we also already know words and phrases like ほしい ‘want’, 要(い)る ‘need’, and なくてはならない ‘must (do)’. How do these all fit together and what exactly is different about them?

First, let’s look at examples with nouns. We can use ほしい, 必要(ひつよう)or 要(い)る. ほしい focuses on simple desire. 必要(ひつよう) focuses on objective necessity. 要(い)る also focuses on ‘need’, but it is less stiff sounding and more common in conversation.

Next, let’s look at examples with verbs. The pattern 必要(ひつよう)がある tells us there is an objective necessity. It is all about something being necessary for something else. We have previously learned patterns like なくてはならない ‘must (do)’. These differ from 必要(ひつよう)がある as they are not about necessity but rules or obligations. Although there are times when the two may overlap, there are also times when it may sound unnatural to use one of these in place of another. 必要(ひつよう)がある is a bit rarer and used more often when talking about formal or logical necessity in an objective sense.

And just for the sake of completion, we should mention that we do also have the てほしい pattern, but this is for talking about wanting someone else to do something, not yourself.